TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA -- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten OKU, Sumsel dalam satu minggu terakhir mengalami kenaikan menjadi Rp3.500 per kilogram di tingkat pabrik.
Kuri (55), pengepul buah sawit di OKU mengatakan, harga tersebut naik sebesar Rp160 per kilogram dari minggu ketiga bulan Juli 2026 lalu yang masih di harga Rp3.340 per kilogram untuk tingkat pabrik.
"Terhitung sejak memasuki minggu terakhir bulan Juli 2026 ini, harga TBS di Kabupaten OKU dipatok di angka Rp3.500 per kilogram untuk tingkat pabrik," ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Terpisah, salah seorang petani sawit di Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU, Ridwan (62), menjelaskan harga buah sawit di tingkat petani masih di bawah pabrik.
“Di tingkat petani masih di kisaran Rp3.100 per kilogram, ada selisih sekitar Rp400 dibandingkan harga di tingkat pabrik,” terang Ridwan.
Pembelian buah sawit di tingkat petani memang masih membutuhkan biaya-biaya lain seperti ongkos menaikkan buah sawit ke truk, ongkos angkut, dan lainnya.
Meskipun ada kenaikan dan penurunan, kondisi ini membuat petani sawit masih tetap optimis dan gembira.
Petani optimis harga buah sawit tidak akan terlalu hancur, indikasi ini terlihat dari harga minyak goreng sawit yang stabil dan cenderung mengalami kenaikan.
Meskipun tidak stabil, namun komoditas sawit lebih menjanjikan.
Belakangan ini harga sawit cenderung menguntungkan petani, meskipun terus ada pergerakan naik dan turun, namun tidak sampai hancur seperti beberapa tahun lalu yang harganya sampai di bawah Rp600 per kilogram.
Harga Rp3.500 per kilogram ini adalah harga di tingkat pabrik, untuk harga di tingkat petani ikut mengalami penurunan sedikit.
Untuk di tingkat petani, harga TBS dipastikan ikut turun di kisaran Rp3.000 per kilogram–Rp3.100 per kilogram.
Karena dipotong biaya petik, biaya angkut kuli, dan biaya transportasi. Menurut informasi, naik turunnya harga TBS ini dipengaruhi oleh harga CPO.
Crude Palm Oil (CPO) merupakan minyak kelapa sawit mentah yang diperoleh dari hasil ekstraksi daging buah kelapa sawit yang belum mengalami pemurnian.
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com