Kronologi Tawuran Antarkelompok di Amurang Timur Minsel, Korban Varry Tewas Ditikam, Berawal Ini
Dewangga Ardhiananta July 31, 2026 03:36 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Varry Semuel Marco Repi seorang pemuda yang tewas dalam tawuran antarkelompok anak muda di Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut).

Peristiwa yang menghebohkan warga ini terjadi pada Jumat (31/7/2026) dini hari sekira pukul 01.00 WITA.

Bentrokan ini melibatkan dua kelompok yakni kelompok dari Kelurahan Bitung dan kelompok dari Kelurahan Ranomea.

Awalnya, kedua kelompok terlibat aksi saling lempar batu yang kemudian berujung pada bentrok fisik.

“Berawal dari saling lempar batu karena ada masalah setelah itu lanjut ke bentrok fisik,” tutur Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan Iptu Stefi Sumolang saat dikonfirmasi Tribun Manado via telepon.

Kata Kasat, dalam dalam insiden tersebut, Varry mengalami luka tikam di bagian dada sebelah kiri.

Korban ditemukan dalam kondisi terluka dan bersimbah darah.

Hingga saat ini, pelaku penikaman masih belum diketahui identitasnya.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Kita masih meminta keterangan para saksi-saksi untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya tawuran ini,” tuturnya.

Kasat menambahkan saat ini anggota dari Polres Minsel masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi tawuran susulan.

“Anggota masih siaga di lokasi untuk melakukan pengamanan pasca tawuran,” pungkasnya.

Tepatnya kejadian ini terjadi di depan Kafe Kopi Singgah, Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Jumat (31/7/2026).

Peristiwa yang menghebohkan warga ini terjadi sekitar pukul 01.00 WITA.

Aksi tawuran ini melibatkan dua kelompok anak muda di Kelurahan Ranomea dan Bitung Amurang.

Dalam insiden tersebut, seorang pemuda bernama Varry Semuel Marco Repi.

Korban Varry merupakan warga di Kelurahan Ranomea.

Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan Iptu Stefi Sumolang mengungkapkan korban diduga ditikam oleh orang tak dikenal.

Pasalnya, ada bekas luka tikam di bagian dada sebelah kiri.

Bahkan korban ditemukan dalam kondisi terluka dan bersimbah darah. 

Hingga saat ini, pelaku penikaman masih belum diketahui identitasnya.

“Korban meninggal karena ditikam,” jelas Kasat.

Menurutnya, korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tidak dapat diselamatkan.

“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” pungkasnya.

Gegerkan warga

Insiden tersebut menggegerkan warga setempat dan memicu perhatian aparat keamanan.

Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan Iptu Stefi Sumolang saat dikonfirmasi via telepon.

“Bener tawuran kecil-kecil antara anak muda saja,” tutur Kasat. 

Menurutnya, satu orang meninggal dunia akibat peristiwa ini.

“Ada yang meninggal dunia,” jelasnya.

Kata dia, saat ini anggota masih berada di lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan penyelidikan. 

Warga diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta tidak menyebarkan foto maupun video yang dapat memperkeruh suasana.

“Untuk kronologi lengkapnya kita masih melakukan penyelidikan saat ini,” pungkasnya.

(TribunManado.co.id/Fer)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.