Curhat Wanita yang Lelah Tinggal dengan Ibunya Gemar Menimbun Barang: Jujur Penat Selama 26 Tahun 
Rita Lismini July 31, 2026 03:41 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Curhatan seorang wanita yang mengaku lelah hidup selama 26 tahun di rumah penuh tumpukan barang viral di media sosial.

Unggahan yang dibagikan akun Instagram @pst0re pada Jumat (31/7/2026) itu memperlihatkan kondisi rumah yang hampir seluruh bagiannya dipenuhi berbagai barang yang disimpan bertahun-tahun.

Bukan hanya soal rumah yang terlihat sesak, wanita tersebut mengaku kebiasaan menyimpan barang yang dilakukan sang ibu membuatnya merasa lelah secara fisik maupun mental.

Dalam unggahannya, ia menunjukkan berbagai sudut rumah mulai dari ruang tamu, kamar tidur, dapur, lorong, hingga kamar mandi yang dipenuhi barang.

"Jujur penat selama 26 tahun stay bareng mereka, karena BARANG ini semua," tulisnya.

Wanita tersebut menjelaskan, sang ibu memiliki kebiasaan menyimpan berbagai barang meski sudah tidak digunakan lagi.

Salah satu yang paling banyak dikumpulkan adalah plastik bekas belanja.

"Plastik yang dari mana pun juga ngga pernah dibuang, padahal kalau beli apa pun itu pasti dapet lagi loh," ujarnya.

Selain plastik, ia juga memperlihatkan kamar yang dipenuhi kardus, pakaian lama, serta barang-barang yang sudah tidak terpakai.

"Kamar kedua isinya kardus, baju yang udah kegantung bertahun-tahun dan ngga muat lagi," ungkapnya.

Kondisi serupa juga terlihat di kamar tidur. Tumpukan pakaian memenuhi kasur hingga membuatnya tidak lagi bisa digunakan dengan nyaman.

"Kasur yang udah bukan kasur, karena baju-baju ini semua," katanya.

Tak hanya pakaian, berbagai peralatan rumah tangga yang sudah rusak maupun jarang digunakan juga masih disimpan, mulai dari koper rusak, wadah bekas makanan, gelas plastik sekali pakai, hingga peralatan dapur.

"Gelas sekali pakai dari minuman juga dicuci & disimpan," tulisnya.

Ia juga menunjukkan isi dapur yang dipenuhi berbagai barang seperti nampan, penggorengan, tutup panci, sendok plastik, sedotan bekas, hingga botol kaca.

Selain itu, wanita tersebut memperlihatkan isi freezer yang masih dipenuhi makanan yang telah disimpan selama bertahun-tahun.

"Makanan di freezer yang udah bertahun-tahun disimpen," ungkapnya.

Tak hanya kamar dan dapur, kondisi serupa juga terlihat di lorong hingga kamar mandi yang dipenuhi berbagai barang.

Hampir seluruh ruangan dalam rumah tersebut dipenuhi benda-benda lama sehingga membuat ruang gerak menjadi terbatas.

Setelah akhirnya memiliki rumah sendiri, wanita tersebut mengaku memilih menerapkan gaya hidup minimalis.

Ia ingin tempat tinggalnya tetap rapi, nyaman, dan tidak kembali dipenuhi barang-barang yang sudah tidak digunakan.

Tanggapan Warganet

Unggahan tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet.

Sebagian menilai kebiasaan menyimpan barang merupakan hal yang umum dilakukan oleh orang tua karena barang tersebut dianggap memiliki nilai kenangan.

Namun, ada pula yang berpendapat kebiasaan tersebut perlu dikurangi apabila barang yang disimpan sudah tidak lagi memiliki fungsi.

Salah seorang netizen menilai kebiasaan menyimpan pakaian dan peralatan dapur banyak ditemukan pada orang tua karena mereka merasa sayang membuang barang yang diperoleh dengan penuh perjuangan.

"Rata-rata semua orang tua seperti itu terutama soal pakaian dan barang di dapur karena buat mereka semua ada kenangan dan merasa sayang buat dibuang. Tapi beda cerita kalau yang disimpan barang yang udah ga guna kayak sampah atau hal-hal yang udah ga guna," ujar netizen.

Sementara itu, netizen lainnya mengaku memiliki pengalaman berbeda. Menurutnya, sang ibu justru sangat menjaga kebersihan rumah dan tidak membiarkan barang maupun kotoran menumpuk.

"Mama ku engga, dia liat noda di lantai buru-buru ambil tisu basah, liat rontokkan rambut, udah ngoceh-ngoceh, ngepel bisa 4x bolak-balik," tulis netizen lainnya.

Di sisi lain, warganet lain berpendapat kebiasaan orang tua menyimpan barang tidak lepas dari kondisi ekonomi dan perjuangan hidup di masa lalu.

Ia mengaku perlahan mengajak sang ibu berdiskusi hingga akhirnya mulai mengurangi kebiasaan tersebut.

"Sebenarnya sama kak, karena orang tua jaman dulu untuk mendapatkan semua itu pengorbanannya ga main-main, ditambah nilai kenangannya. Ibuku juga begitu, tapi setelah banyak ikutan kajian dan sesekali saya ajak diskusi tentang sedekah dan rezeki dari sedekah, alhamdulillah pelan-pelan mulai terbuka pikiran beliau. Ya memang prosesnya tidak mudah dan lambat banget, tapi saya menghargai usaha beliau dan berusaha memahami pengorbanan beliau di masa lalu sehingga menjadikan beliau seperti itu. Diberi pengertian pelan-pelan dan ajak diskusi tentang magnet rezeki kak," ungkap netizen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.