Polda Papua Barat Terima Kunjungan Direksi Pupuk Kaltim: Koordinasi Pengamanan KIP Fakfak
Hans Arnold Kapisa July 31, 2026 03:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Markas Polda Papua Barat menerima kunjungan Direksi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) pada Kamis (30/7/2026) sore kemarin.

Kinjungan Direksi Pupuk Kaltim dalam rangka koordinasi pengamanan Proyek Strategis Nasional (PSN), yakni pembangunan kawasan industri pupuk (KIP) di Kabupaten Fakfak Papua Barat.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Mansinam Ditreskrimsus Polda Papua Barat ini dipimpin Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Dr. Sulastiana serta dihadiri jajaran pejabat utama Polda.

Dalam kunjungan koordinasi tersebut, jajaran Direksi dan manajemen Pupuk Kaltim dipimpin oleh Direktur Pengembangan, Mohamad Agung.

Ia menjelaskan bahwa Pupuk Kaltim mendapat penugasan untuk mengembangkan kawasan industri pupuk di Fakfak sebagai bagian dari program hilirisasi nasional.

Baca juga: Bupati Samaun Dahlan Pastikan Investasi Raksasa Pupuk Kaltim Tetap di Kabupaten Fakfak 

Pembangunan pabrik amonia dan urea tersebut diharapkan memberi nilai tambah bagi perekonomian daerah maupun nasional.

“Proyek ini berskala internasional. Tahun lalu sempat tertunda, namun pada Juli ini telah memperoleh persetujuan untuk dilanjutkan,” ujarnya melalui siaran pers Humas Polda Papua Barat, Jumat (31/7/2026).

Agung menambahkan, setelah memperoleh persetujuan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lain.

"Pupuk Kaltim berharap Polda Papua Barat dapat mendukung dan mendampingi pengamanan selama seluruh tahapan pembangunan proyek," imbuhnya.

Sesuai rencana, konstruksi kawasan industri dimulai pada 2027 dan ditargetkan beroperasi akhir 2031.

Saat ini, tahapan persiapan telah berjalan, termasuk survei di wilayah Tomage, Fakfak.

Baca juga: PT Pupuk Kaltim Gelontorkan Rp 20 Triliun untuk Bangun Kawasan Industri Pupuk di Fakfak

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan program pemberdayaan masyarakat, seperti pendidikan vokasi dan magang bagi warga lokal, serta inisiatif Sekolah Peternakan Rakyat.

“Kami berharap masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam operasional pabrik, bukan hanya penonton,” tegas Agung.

Sementara itu, Wakapolda Papua Barat,  Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Direksi Pupuk Kaltim.

Ia menegaskan pentingnya sinergi dalam pengamanan PSN di wilayah hukum Polres Fakfak.

“Kami memerlukan profil proyek, detail lokasi, jumlah personel, tahapan pelaksanaan, infrastruktur, hingga program pendampingan masyarakat agar dapat menyusun skema pengamanan yang tepat,” ujarnya.

Baca juga: Agus Sumule: Warga Fakfak Terancam Jadi Penonton dari Pendirian Pabrik Pupuk

Wakapolda juga menekankan perlunya risk register sebagai pedoman mitigasi risiko dan rencana kontinjensi.

Ia menambahkan, Bhabinkamtibmas akan dilibatkan untuk sosialisasi manfaat proyek sekaligus menyerap aspirasi warga.

Selain itu, ia mengusulkan agar perusahaan memberikan pelatihan security management bagi tenaga pengamanan dari masyarakat lokal, sehingga kapasitas SDM meningkat sekaligus membuka peluang kerja.

“Koordinasi sejak awal sangat penting agar seluruh tahapan proyek berjalan aman, lancar, dan memberi manfaat bagi masyarakat Papua Barat, khususnya Fakfak,” tutup Wakapolda.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.