Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Shi Shi akhirnya kembali menyapa penggemarnya setelah vakum selama dua tahun. Musisi berdarah Korea-Taiwan itu membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya lewat EP terbaru bertajuk The Taste Of, sebuah karya yang lebih personal dan sarat eksplorasi emosi.
Dalam proyek terbarunya, Shi Shi tak lagi terlalu fokus pada kompleksitas aransemen musik. Ia justru memilih menghadirkan lagu-lagu yang lebih mengalir dan menitikberatkan pada suasana serta perasaan yang ingin disampaikan.
"Jadi dalam dua tahun terakhir, lagu-lagu barunya lebih fokus pada perasaan dan emosi. Dulu, lagu-lagunya lebih rumit, saya mencoba menantang dirinya sendiri. Rilisan terbaru ini lebih mengandalkan vibe (suasana) dan menikmati momen tersebut," ungkap Shi Shi melalui wawancara virtual, Rabu (29/7/2026).
Salah satu langkah besar yang diambil Shi Shi dalam fase comeback ini adalah merilis EP berbahasa Inggris pertamanya. Keputusan tersebut diambil sebagai upaya menjangkau pendengar yang lebih luas di berbagai belahan dunia.
"Pilihan untuk membuat EP berbahasa Inggris adalah untuk mencoba menjangkau audiens yang lebih luas. Karena soundtrack untuk film "Someday or One Day", dan ternyata banyak penggemarku dari seluruh dunia," ungkapnya.
Kesuksesan lagu tema film tersebut menjadi titik penting yang membuka mata Shi Shi terhadap besarnya dukungan dari penggemar internasional. Demi memaksimalkan proyek barunya, ia bahkan menghabiskan waktu di Los Angeles, Amerika Serikat, untuk bekerja sama dengan sejumlah produser, termasuk Different Sleep dan Andrew Pop.

Judul The Taste Of dipilih karena dianggap mampu menggambarkan berbagai "rasa" kehidupan yang ia alami selama masa tersebut. Melalui lima lagu yang ada di dalam EP, Shi Shi ingin mengajak pendengarnya merasakan spektrum emosi yang beragam.
"Kelima lagu tersebut merepresentasikan perjalanan itu, itulah sebabnya dinamakan The Taste Of, karena kamu bisa merasakan berbagai 'rasa' atau emosi yang berbeda," lanjutnya.
Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang identik dengan nuansa melankolis, Shi Shi kali ini menghadirkan musik yang lebih groovy dan positif. Ia berharap pendengarnya dapat menikmati suasana yang dibangun dalam lagu-lagunya tanpa harus tenggelam dalam kesedihan.
"Aku harap mereka tidak merasa terlalu sedih. Lagu-lagu lamaku cenderung lebih sedih atau emosional, tapi untuk yang satu ini, aku mencoba mengubah suaranya menjadi sesuatu yang lebih groovy. Aku harap mereka merasakan suasananya daripada hanya merasa sedih," kata Shi Shi.
Selain merilis lagu dalam bahasa Inggris dan Mandarin, Shi Shi juga mulai mengeksplorasi identitas budayanya melalui karya berbahasa Korea. Baginya, langkah tersebut menjadi cara untuk terhubung kembali dengan masa kecil dan akar keluarganya.
Meski belum pernah berkunjung ke Indonesia, Shi Shi ternyata cukup akrab dengan perkembangan musik Tanah Air. Kesan positif terhadap musik Indonesia membuat Shi Shi berharap bisa segera datang dan bertemu langsung dengan para penggemarnya.
"Aku belum pernah ke Indonesia, tapi aku baru saja mendengarkan daftar lagu Top 50 Indonesia sambil merias wajah tadi. Aku merasa musiknya sangat menenangkan (healing). Aku harap suatu hari nanti bisa ke Indonesia untuk konser atau promosi," ucap Shi Shi.