TRIBUNJAKARTA.COM - Satpam Bundaran HI, Fiktor Harefa, turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya petugas keamanan Waduk Jatiluhur, Sumarna.
Melalui unggahan di media sosial, Fiktor juga menyinggung besarnya risiko yang dihadapi seorang satpam saat menjalankan tugas.
Dalam unggahannya, Fiktor membagikan foto almarhum Sumarna disertai ucapan belasungkawa.
Ia juga menuliskan keterangan mengenai dugaan peristiwa yang menimpa korban.
"Turut berduka cita, Security Waduk Jatiluhur, Bapak Sumarna,"
"Dilakban, diborgol, dan diceburkan diduga oleh pemuda pelaku vandalisme," begitu tulisan dalam unggahan tersebut.
Melalui kolom keterangan unggahan, Fiktor menyampaikan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik sekaligus berharap pelaku segera ditemukan.
"Turut Berdukacita Saudaraku"
"Semoga pelakunya cepat di temukan"
Di akhir pesannya, Fiktor mengungkapkan pandangannya mengenai profesi satpam yang menurutnya kerap dipandang sebelah mata, padahal memiliki risiko besar saat bertugas.
"Kita memang dianggap remeh, tetapi mereka tidak melihat resikonya besar."
Unggahan tersebut pun menarik perhatian warganet dan menuai berbagai komentar yang turut menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan kepada para petugas keamanan yang menjalankan tugas menjaga keselamatan dan ketertiban.
Setelah viral karena insiden dengan pengendara mobil Alphard, Fiktor kini mendapat berbagai bentuk apresiasi, mulai dari penghargaan hingga diundang tampil di program televisi Lapor Pak.
Melalui unggahan di akun media sosial Instagramnya, Fiktor membagikan momen saat menerima penghargaan berupa sertifikat dari Duta Garuda Piranti Prima (DPP).
"Terimakasih banyak Bapak/ibu DUTA GARUDA PIRANTI PRIMA ( DPP ) Telah memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas insiden ini."
Dalam sertifikat tersebut tertulis penghargaan Security Integrity Award yang diberikan kepada Fiktor Harefa.
Sertifikat itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, keberanian, integritas, dan profesionalisme Fiktor dalam menjalankan tugas serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja.
Tak hanya menerima penghargaan, Fiktor juga mendapat undangan untuk tampil di acara televisi Lapor Pak.
Ia membagikan sejumlah foto bersama para pengisi acara, di antaranya Andre Taulany dan Andhika Pratama.
Selain itu, Fiktor juga mengunggah potongan video saat berada di lokasi syuting.
Dalam cuplikan tersebut, ia terlihat bersama Oki Rengga, Ayu Ting Ting, dan Andhika Pratama.
Selain itu di postingan lainnya, Fiktor turut mengunggah foto bersama Agus Susandi sembari menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diterimanya.
"Terimakasih Atas apresiasinya Bapak/ibu keluarga BPK.@bong_agus_susandi/Aliansi pejalan kaki semoga makin berkah, rejekinya melimpah,dan di jauhkan dari hal-hal buruk.Terimakasih terimakasih bapak????
Terimakasih Atas apresiasinya Bapak/ibu dan keluarga @bong_agus_susandi Semoga tambah berkah, rejekinya melimpah dan semua keluarga di jauhkan dari hal-hal buruk," tulisnya.
Diketahui, nama Fiktor Harefa menjadi perhatian publik setelah aksinya saat bertugas mengamankan area proyek MRT di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, viral di media sosial.
Sejak saat itu, berbagai bentuk dukungan dan apresiasi terus mengalir kepada dirinya.
Satpam proyek MRT di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Fiktor Harefa (27), memutuskan tetap bertahan dengan pekerjaannya saat ini meski sempat mendapat tawaran dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menjadi satpam di Gedung Sate, Kota Bandung.
Di balik keputusannya itu, Fiktor mengaku memiliki alasan tersendiri.
Pengalaman menganggur selama satu tahun membuatnya kini lebih menghargai pekerjaan yang baru beberapa bulan dijalaninya sebagai Komandan Regu (Danru) pengamanan proyek konstruksi MRT.
"Nah, jadinya saya sudah memutuskan kerja di Jakarta saja dulu. Saya pilih untuk tetap di sini saja," kata Fiktor saat dihubungi Kompas.com melalui panggilan telepon, Selasa (28/7/2026).
Fiktor mengaku sudah merasa nyaman dengan lingkungan kerja maupun rekan-rekan kerjanya meski baru bergabung sekitar tiga bulan terakhir.
"Alasannya ya sudah nyaman di tempat kerja yang ini sebenarnya. Iya sudah cukup nyaman sama orang-orangnya juga, sudah enak sih di sini, mau membereskan yang di sini ," ucap Fiktor.
Ia juga menilai pekerjaan yang kini dijalaninya sangat berharga.
Sebelum diterima bekerja sebagai petugas keamanan proyek MRT pada April 2026, Fiktor sempat menganggur cukup lama di Jakarta.
"Sebelumnya itu saya pengangguran satu tahun. Saya di tempat saudara di Jakarta Barat dulu, kerja di konternya, konter HP. Bantu saudara dulu sekalian sambil nyari loker juga kemarin," cerita Fiktor.
"Akhirnya saya diterima kerja jadi petugas keamanan di situ, di konstruksi proyek MRT," tuturnya.
Sebelumnya, nama Fiktor menjadi perhatian publik setelah terlibat insiden dengan tiga anggota polisi yang mengendarai mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI.
Kini, ia mengaku telah kembali fokus menjalankan pekerjaannya seperti biasa sejak Senin (27/7/2026).
Di sisi lain, Fiktor juga menceritakan momen ketika pertama kali dihubungi oleh staf Dedi Mulyadi melalui WhatsApp.
Saat itu, ia mengaku sempat curiga dan khawatir menjadi korban penipuan sehingga meminta melakukan panggilan video langsung dengan Dedi Mulyadi.
"Pagi-pagi kan stafnya WA saya. Saya pastikan ini dari siapa. Terus saya minta kepastian kalau benar-benar ini dari Bapak KDM, dari stafnya. Setelah itu saya minta video call sama Beliaunya juga langsung, memastikan kalau benar apa enggak, takut saya ditipu kan," ungkap Fiktor.
Setelah memastikan undangan tersebut benar, Fiktor langsung menyewa mobil dan berangkat seorang diri ke Bandung pada Sabtu pagi untuk menemui Dedi Mulyadi.
Meski akhirnya memutuskan tidak menerima tawaran bekerja di Gedung Sate, Fiktor tetap mengapresiasi perhatian yang diberikan kepadanya.
"Saya sangat menghargai ke Pak Dedi juga, terima kasih banyak, sudah mengapresiasi saya juga," ucapnya.
Sementara itu, terkait proses penyelidikan kasus intimidasi yang dialaminya, Fiktor mengaku belum bisa memenuhi panggilan Bidang Propam Polda Jawa Barat karena masih fokus bekerja.
"Oh iya, harusnya hari ini ada panggilan lagi di pemeriksaan Bandung, cuman ya saya juga masih kerja. Saya lagi fokus kerja dulu," ujar Fiktor.