Satgas PRR Evaluasi Kerusakan Bencana Bener Meriah, Targetkan Pemulihan Total Dimulai 2027
Mawaddatul Husna July 31, 2026 08:54 PM

TribunGayo.com, REDELONG - Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pusat menggelar rapat evaluasi dan peninjauan lapangan terkait penanganan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Kamis (30/7/2026). 

Langkah ini dilakukan guna menyelaraskan persiapan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak untuk tahun anggaran 2027.

​Rapat koordinasi yang berlangsung di Pendopo Bupati Bener Meriah tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim I Satgas PRR Wilayah Aceh, Laksamana Pertama TNI Nouldy Jan Tangka.

Serta dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Dandim 0119/Bener Meriah Letkol Arh Febry Adyanto dan Bupati Bener Meriah, Ir Tagore Abu Bakar.

Laksamana Pertama TNI Nouldy Jan Tangka menegaskan, fokus utama tim pusat adalah memantau progres pekerjaan, memverifikasi data kerusakan, serta mengurai berbagai kendala teknis di lapangan.

"Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi harus terencana, terukur, dan tepat sasaran.

Setiap program wajib memiliki target waktu yang jelas serta didukung koordinasi lintas sektor yang efektif," tegas Nouldy.

​Ia menambahkan, evaluasi ini mencakup kerusakan pada infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, sarana pendidikan, hingga sektor pertanian seperti sawah dan kebun kopi warga. 

Hasil monitoring akan menjadi dasar penentuan kebijakan kementerian dan lembaga teknis tingkat pusat.

​Dukungan Penuh TNI dan Pemkab Bener Meriah

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Arh Febry Adyanto, menyatakan kesiapan jajarannya dalam mengawal seluruh rangkaian proses pemulihan fisik maupun sosial di wilayah Bener Meriah.

​"Kodim 0119/Bener Meriah berkomitmen mendukung penuh upaya percepatan ini demi terwujudnya hunian serta infrastruktur yang layak dan aman bagi masyarakat," ujar Febry.

​Pada kesempatan yang sama, Bupati Bener Meriah Ir Tagore Abu Bakar mengapresiasi perhatian konsisten dari pemerintah pusat. 

Tagore memastikan pihak daerah akan memperkuat pengawasan di lapangan agar proses rehabilitasi berjalan transparan dan akuntabel.

"Ini bukti nyata keberadaan pemerintah pusat. Mulai dari fase awal bencana hingga evaluasi hari ini, bantuan terus bergulir dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkap Tagore.

​Peninjauan Langsung ke Titik Rawan

​Usai menggelar rapat evaluasi, Tim Satgas PRR Pusat yang terdiri atas perwakilan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BNPB, BWS, hingga BPBA melanjutkan agenda dengan meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana.

​Mengingat kondisi geografis Bener Meriah yang masih rawan tanah longsor susulan, proses pengerjaan konstruksi dan pemulihan akan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan skala prioritas keselamatan dan kualitas bangunan. (***Bustami***)

Baca juga: Pemerintah Pusat Verifikasi Kerusakan SDN Uning Mas Bener Meriah Pascabencana  

Baca juga: Konsumen Mengeluh Pembatasan BBM Bersubsidi di SPBU Blok C Bener Meriah, Dinilai Langgar Aturan

Baca juga: Bikin Bising! Polres Bener Meriah Angkut Puluhan Motor Knalpot Brong Milik Pelajar

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.