Mengaspal Mulai Besok, BTS Trans Saijaan Kotabaru Gratis Sampai Akhir 2026
Hari Widodo August 01, 2026 12:47 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Dinas Perhubungan (Dishub) Kotabaru mulai operasionalkan angkutan kota Buy The Service (BTS) Trans Saijaan mulai besok, 1 Agustus 2026.

BTS Trans Saijaan menggantikan angkutan eksisting atau taksi hijau yang puluhan tahun terakhir ini masih bertahan namun sudah kurang optimal dalam operasional.

Diungkapkan Kadishub Kotabaru, Khairian Anshari, selama ujicoba Agustus ini, setidaknya ada 43 unit armada yang mengaspal untuk melayani tujuh trayek di kawasan Kota dan sekitarnya.

Diakuinya, ujicoba ini tidak akan sempurna. Namun dengan mulai dioperasionalkannya unit, maka berbagai faktor yang menjadi kendala secara langsung akan diketahui untuk jadi bahan evaluasi.

"Jadi kita jalan dulu, kami terbuka dan evaluasi akan terus dilakukan untuk menyempurnakan," sebutnya, Jumat (31/7/2026).

Baca juga: Pemadaman Listrik di Kotabaru, Usaha Fotocopy di Jalan Diponegoro Ini Rugi Ratusan Ribu Per Jam

Sepanjang awal Juni lalu, BTS Trans Saijaan sudah dikenalkan ke masyarakat, termasuk sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Adapun selama ujicoba berlangsung hingga akhir 2026, penumpang digratiskan. Namun tetap diminta tap (menempelkan) kartu e-money atau kartu identitas penumpang.

Penerapan ini juga akan menjadi indikator intensitas penguna BTS Trans Saijaan selama periode digratiskan.

Tak hanya lebih nyaman dengan pendingin ruangan, BTS Trans Saijaan juga terintegrasi langsung dengan Command Center, sehingga bisa dipantau secara real time melalui saluran dan CCTV yang terpasang.


Ditambahkan Khairian, BTS Trans Saijaan dioperasionalkan oleh pihak ketiga, yakni Damri.
Sedangkan kepemilikan unit adalah mereka yang dulunya memiliki izin trayek dan unit eksisting yang masih ada.

Kemudian untuk para pengemudi adalah eks eksisting yang diseleksi kembali dan lainnya, untuk memastikan sesuai ketentuan.

Guna menghindari penumpukan penumpang jam-jam padat, Dishub Kotabaru juga telah menyiapkan skema cadangan, jika memang diperlukan.

"Sebagai bentuk antisipasi awal, beberapa trayek yang terbilang tinggi penumpang maka unit BTS yang dioperasionalkan lebih banyak," ujar Khairian.

Dengan dioperasionalkannya BTS Trans Saijaan, ia juga berharap masyarakat lebih membiasakan naik transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi.

Tujuannya tidak lain untuk mengurai kepadatan kendaraan bermotor mengurangi polusi, hingga untuk lebih mengutamakan keselamatan bagi anak-anak sekolah.

Baca juga: Wisata Kalsel: Kulineran di Pondok Empang Resto Kotabaru, Suasana Sejuk Mangrove Bikin Betah

Sementara itu, Kulsum, warga Desa Gunung Ulin, Kecamatan Pulaulaut Utara mengaku senang adanya angkutan terjangkau dan lebih baik ini.

Terlebih jangkaunnya sampai ke Desa Gunung Ulin yang terbilang banyak diperlukan, terutama anak-anak yang pergi ke sekolah atau ke kawasan dalam kota.

"Tentunya menyambut baik, karena sudah masanya peremajaan angkutan dengan sistem yang lebih baik," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.