SURYA.co.id, TRENGGALEK – Pantai Mutiara Trenggalek mencatatkan rekor kunjungan tertinggi sepanjang sejarah pengelolaannya saat libur sekolah 2026.
Dalam sehari, destinasi wisata pantai di pesisir selatan Trenggalek itu didatangi sekitar 7.000 wisatawan, jauh melampaui kapasitas ideal kawasan dan hampir dua kali lipat dibandingkan kunjungan pada akhir pekan biasa.
Lonjakan wisatawan terjadi pada Sabtu, 5 Juli 2026.
Tingginya jumlah pengunjung bahkan sempat memicu kepadatan lalu lintas menuju kawasan wisata.
Humas dan Pengembangan SDM Pantai Mutiara, Marsum, mengatakan jumlah kunjungan selama libur sekolah menjadi yang tertinggi sejak objek wisata tersebut dikelola.
"Alhamdulillah, saat libur sekolah kemarin antusiasme masyarakat sangat tinggi. Puncaknya terjadi pada Sabtu, 5 Juli 2026. Jumlah pengunjung membludak hingga menyebabkan antrean kendaraan di akses menuju pantai," ujar Marsum saat ditemui SURYA.co.id di Pantai Mutiara, Sabtu (1/8/2026).
Baca juga: Momen Libur Sekolah, Pantai Mutiara Trenggalek Dipadati Wisatawan
Menurutnya, jumlah pengunjung pada hari itu mencapai sekitar 7.000 orang. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata kunjungan saat akhir pekan yang biasanya berada di kisaran 3.000 hingga 4.000 wisatawan.
"Ini menjadi rekor tertinggi selama Pantai Mutiara beroperasi. Sebelumnya kami belum pernah mencatat jumlah kunjungan sebanyak itu," katanya.
Marsum mengungkapkan, tingginya jumlah wisatawan menjadi tantangan tersendiri karena kapasitas kawasan wisata sebenarnya terbatas.
"Kalau idealnya sekitar 3.000 pengunjung masih sangat nyaman. Begitu jumlahnya melewati 4.000 orang, kondisi kawasan sudah mulai padat atau overload," ujarnya.
Meski demikian, pengelola tidak menerapkan sistem reservasi, termasuk bagi rombongan wisata. Seluruh pengunjung tetap dapat datang langsung ke lokasi.
Untuk mempertahankan daya tarik Pantai Mutiara, pengelola terus melakukan pembenahan, baik dari sisi pengelolaan kawasan maupun penambahan fasilitas.
Menurut Marsum, menjaga kelestarian alam menjadi prioritas utama karena panorama pantai merupakan daya tarik terbesar destinasi tersebut.
"Yang kami jual adalah wisata alam. Karena itu, menjaga lingkungan tetap bersih dan alami menjadi perhatian utama. Selain itu, keamanan dan kenyamanan pengunjung juga terus kami tingkatkan," katanya.
Pengelola juga secara bertahap menghadirkan wahana baru agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas saat berlibur.
Pantai Mutiara menyediakan berbagai wahana permainan air dengan tarif yang bervariasi.
Wisatawan dapat menikmati perahu wisata seharga Rp 25 ribu per orang, banana boat Rp 40 ribu per orang, serta speedboat Rp 50 ribu per orang.
Bagi pencinta olahraga air, tersedia pula penyewaan jetski.
Jetski berkapasitas 900 cc disewakan Rp 350 ribu untuk 15 menit, sedangkan jetski sekitar 1.000 cc dipatok Rp 450 ribu.
Pengunjung yang ingin mendapatkan dokumentasi saat bermain dapat menambah layanan foto dan video dengan biaya Rp 200 ribu per 10 menit.
Selain itu, pengelola juga menyediakan jasa fotografi instan dengan tarif Rp 5.000 per file.
"Kami juga sedang menyiapkan fasilitas photobooth agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengabadikan momen selama berlibur di Pantai Mutiara," ujar Marsum. (Madchan Jazuli)