Tangani Kekeringan di Kecamatan Sukagumiwang Indramayu, Kementan dan BBWS Cek Bendungan Cileuis
Kemal Setia Permana August 01, 2026 06:11 PM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) tampak mengecek Bendungan Cileuis di Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu.

Pengecekan bendungan tersebut terlihat diikuti perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu. UPTD KPP Kertasemaya, pemerintah kecamatan hingga desa, gabungan kelompok tani (gapoktan), dan lainnya.

Dalam pengecekan tersebut, mereka tampak memantau debit air maupun kondisi Bendungan Cileuis, dan termasuk saluran irigasi hingga distribusi air menuju Jaringan Irigasi Sekunder Bondan.

Tenaga Ahli Kementan RI, Pamuji Lestari, mengatakan, pengecekan kali ini merupakan bagian dari penanganan lahan pertanian yang terdampak kekeringan di daerah aliran irigasi sekunder Bondan.

Sebab, menurut dia, Jaringan Irigasi Sekunder Bondan memasok kebutuhan air lahan pertanian seluas kira-kira 30 ribuan hektare yang tersebar di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu.

Baca juga: 5 Anggota Geng Motor di Indramayu Diciduk Polisi Setelah Merusak Sebuah Warung

"Hasil monitoring ini akan menjadi dasar penyusunan langkah teknis dan kebijakan dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air selama musim kemarau," kata Pamuji Lestari saat ditemui di Bendungan Cileuis, Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (1/8/2026).

Ia mengatakan berdasarkan hasil pemantauan tersebut debit air Bendungan Ciluis dilaporkan hanya mencapai 25.600 meter kubik perdetik, sehingha menjadi perhatian serius, karena tingginya kebutuhan air untuk mengairi ribuan hektare sawah.

Menurutnya, keterbatasan pasokan air dan sistem irigasi pada musim kemarau menjadi persoalan dan tantangan sektor pertanian Kabupaten Indramayu yang harus segera diselesaikan.

Langkah penanganannya harus dilaksanakan secara terpadu melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BBWS, hingga seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.

"Sebagai salah satu lumbung padi nasional, Kabupaten Indramayu memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sehingga tantangan mengenai pasokan air harus diselesaikan secepatnya," ujar Pamuji Lestari.

Sementara Sekretaris Kecamatan Sukagumiwang, Yayan Tefianty, menyampaikan bahwa Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang mendukung penuh berbagai upaya koordinasi lintas sektor untuk menjaga keberlangsungan pasokan air bagi lahan pertanian.

Ia berharap berbagai kendala terkait pasokan air segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah yang tepat sehingga kebutuhan petani tetap terpenuhi, khususnya setelah Kementan RI dan BBWS Cimancis meninjau Bendungan Cileuis.

"Kami siap mengawal keberlangsungan sektor pertanian demi menjaga produktivitasnya, sehingga hasil panennya tetap optimal, meski menghadapi tantangan musim kemarau," kata Yayan Tefianty. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.