Kolaborasi DoggyHouse Records dan Moda Moody Berlanjut Lewat Tur Indonesia
Joko Widiyarso August 01, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kolaborasi lintas negara kembali mewarnai skena musik independen Yogyakarta. Setelah bekerja sama dalam perilisan mini album 'Rekam Jejak', label independen asal Yogyakarta, DoggyHouse Records, kembali menyambut kedatangan band asal Malaysia, Moda Moody, yang akan membuka rangkaian tur Indonesia mereka di Kota Gudeg.

Moda Moody dijadwalkan tampil dalam Road to Vista Fest di Milli Sayidan, Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026). Penampilan tersebut menjadi pembuka tur di Pulau Jawa sekaligus menandai setahun perjalanan mini album 'Rekam Jejak' yang dirilis DoggyHouse Records pada 2 Agustus 2025.

Kolaborasi ini menjadi salah satu contoh hubungan yang terus terjalin antara pelaku musik independen Indonesia dan Malaysia. Tak hanya merilis album melalui label asal Yogyakarta, Moda Moody juga menggandeng musisi Indonesia, Denny Frust, sebagai music director dalam proses penggarapan EP tersebut.

Martinus Indra Hermawan dari DoggyHouse Records mengatakan kolaborasi bersama Moda Moody sejak awal memang dirancang sebagai proyek lintas negara yang mempertemukan musisi dari Indonesia dan Malaysia.

"Mini album 'Rekam Jejak' menjadi proyek kolaborasi Indonesia dan Malaysia. Selain dirilis melalui DoggyHouse Records, Moda Moody juga menggandeng Denny Frust sebagai music director sehingga kolaborasi kreatif kedua negara dapat terwujud dalam karya ini," ujarnya.

Band yang terbentuk di Kuala Lumpur pada 2007 itu kini diperkuat Mell Malik (vokal), Ashley Gibson (gitar), Aliph (gitar), Mieenang69 (bass), J'Rowl (drum), dan Meer Dean (keyboard). Dalam bermusik, mereka memadukan unsur ska, reggae, dan indie yang dipengaruhi budaya lokal maupun global.

Melalui 'Rekam Jejak', Moda Moody menghadirkan lima lagu, yakni 'Rindu Dihembus Bayu', 'Bodoh', 'Gadisku di Lantai Tari', 'Reggae dan Ska', serta 'Matahari'. Salah satu lagu yang mendapat perhatian adalah 'Rindu Dihembus Bayu' karena memadukan nuansa ska dan reggae dengan sentuhan langgam keroncong.

Menurut Martinus, kolaborasi tersebut tidak berhenti pada proses produksi album, tetapi juga berlanjut melalui berbagai aktivitas promosi hingga tur yang kini membawa Moda Moody kembali ke Indonesia.

"Tepat setahun setelah perilisan 'Rekam Jejak', Moda Moody melanjutkan kolaborasi itu dengan menggelar tur Indonesia bersama Mother Earth Entertainment, ME.Space, dan DoggyHouse Records," katanya.

Sebelum bertolak ke Indonesia, Moda Moody lebih dulu merilis 'Rekam Jejak' dalam format cakram padat yang dibundel bersama kaus, poster, dan stiker. Mereka juga menggelar listening party di Honcho Pizza Parlour, Subang Jaya, serta release party di Angguk Studio, Selangor.

Setelah membuka tur di Yogyakarta, Moda Moody dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Gatsu Urban Stage di Solo pada 2 Agustus, Madiun pada 4 Agustus, serta Ska Revolution United Vol. 3 di Bogor pada 8 Agustus 2026.

Bagi DoggyHouse Records, rangkaian tur tersebut menjadi kelanjutan dari kerja sama yang telah terbangun sejak proses kreatif 'Rekam Jejak'. Sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara pelaku musik independen Yogyakarta dan Malaysia terus berkembang, tidak hanya dalam proses rekaman, tetapi juga melalui panggung pertunjukan yang mempertemukan musisi dan penikmat musik dari kedua negara. (nto)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.