Hadapi Kekeringan akibat El Nino, PMI DIY Luncurkan Siaga Tirto Aji
Joko Widiyarso August 01, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) meluncurkan program Siaga Tirto Aji sebagai upaya merespons dampak kekeringan akibat fenomena El Nino pada 2026.

Melalui program ini, PMI DIY bersama PMI kabupaten dan kota se DIY menyiagakan enam armada truk tangki air bersih untuk melayani masyarakat yang terdampak.

Ketua PMI DIY, GBPH H Prabukusumo mengatakan distribusi air bersih telah dimulai sejak 29 Mei 2026 melalui PMI Kabupaten Bantul. Hingga Jumat (31/7/2026), sebanyak 149 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada 4.051 warga di wilayah Bantul dan Gunungkidul.

“PMI DIY melalui PMI Kabupaten Bantul sudah mendistribusikan air bersih sejak 29 Mei sampai dengan Jumat (31/7/2026) sejumlah 149.000 liter menjangkau 4.051 jiwa penerima manfaat dengan mengerahkan dua truk tangki menyasar Kecamatan Kasihan, Dlingo, Pajangan di Bantul serta Panggang di Gunungkidul, meliputi Kalurahan Bangunjiwo, Temuwuh, Jatimulyo, Terong, Guwosari, dan Girikarto," ujarnya.

Prabukusumo menjelaskan, DIY menjadi satu dari sepuluh provinsi prioritas dalam program Operasi Kemanusiaan Bencana Kekeringan Akibat El Nino Tahun 2026 yang digagas PMI Pusat melalui pendanaan Disaster Response Emergency Fund (DREF) dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).

Di DIY, program tersebut difokuskan di Kabupaten Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul dengan kegiatan berupa distribusi air bersih, edukasi penggunaan air secara bijaksana, serta promosi kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam penanganan dampak kekeringan agar semakin banyak masyarakat yang dapat menerima bantuan.

"PMI DIY berkomitmen menjadi bagian solusi dalam merespons dampak kekeringan dan berharap program ini akan menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat yang membutuhkan. Kata kuncinya adalah kolaborasi dari berbagai sektor baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Kami membuka donasi untuk masyarakat yang akan menyalurkan bantuan kepada saudara saudara kita yang membutuhkan," katanya.

Penggalangan donasi

PMI DIY juga membuka penggalangan donasi untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut. Bantuan dapat disalurkan melalui rekening Penanggulangan Bencana PMI DIY selama periode Agustus hingga November 2026 dengan pelaksanaan yang disesuaikan kondisi di lapangan.

Selain mendistribusikan air bersih, PMI mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat, menjaga kebersihan tempat penampungan air, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan mengonsumsi air minum yang telah dimasak hingga mendidih.

Prabukusumo juga mendorong masyarakat menjaga sumber air dari pencemaran dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai, selokan, maupun sumur.

"Saya mendorong PMI untuk terus meningkatkan pelayanannya, melakukan harmonisasi langkah dengan pemerintah, para mitra dan tentu saja dengan masyarakat di dalam melaksanakan kerja kerja kemanusiaan sebagaimana yang diamanahkan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan dengan tetap mengedepankan prinsip prinsip dasar gerakan dalam pelayanannya yakni kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan," pungkasnya. (nto)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.