Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Forum Tanah Air (FTA) Diaspora Indonesia membangun lima sumur bor untuk sejumlah dayah di Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Pidie Jaya.
Program yang didukung diaspora Indonesia di 23 negara pada lima benua itu telah rampung dan seluruh fasilitas telah diserahterimakan kepada penerima manfaat.
Serah terima dua sumur bor pertama dilakukan pada 13 Juli 2026, masing-masing di Dayah Bustanus Sa'adah Al Munawarah, Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, serta Dayah Al Madinatuddiniyah Syamsudhuha di Cot Murong, Kabupaten Aceh Utara.
Baca juga: Aceh Besar Usulkan 20 Sumur Bor Bertenaga Surya untuk Sawah Tadah Hujan
Selanjutnya, pada 15 Juli 2026, FTA menyerahkan tiga sumur bor di Kabupaten Pidie Jaya, yakni di Dayah Raudhatul Ulum As Shamady, Gampong Tanjong Ulim, Dayah Darul Ishlah Al Aziziyah, Gampong Musa Baroh, serta Dayah Istiqamatuddin Daruzzahidin, Gampong Bidok, Kecamatan Ulim.
Ketua Umum Forum Tanah Air, Tata Kesantra, yang berada di New York, mengatakan pembangunan lima sumur bor tersebut merupakan bentuk kepedulian diaspora Indonesia terhadap kebutuhan air bersih di dayah yang terdampak banjir maupun memiliki keterbatasan akses air.
"Bagi kami, diaspora Indonesia bukan hanya tentang berada jauh dari tanah air. Diaspora adalah tentang bagaimana, dari tempat kita berada, kita tetap bisa hadir dan memberi manfaat untuk Indonesia. Lima sumur bor ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi santri dan masyarakat yang membutuhkan air bersih, manfaatnya sangat besar," ujar Tata Kesantra.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh diaspora yang telah mendukung program tersebut. Menurutnya, para donatur berasal dari 23 negara di lima benua.
"Ini adalah gotong royong lintas batas. Dari berbagai belahan dunia, kepedulian dikumpulkan dan akhirnya diwujudkan menjadi air yang mengalir di Aceh," katanya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah Forum Tanah Air Provinsi Aceh, Sayid Djalal Asrar, mengatakan seluruh pembangunan sumur bor telah selesai sesuai jadwal dan diserahterimakan kepada masing-masing penerima manfaat.
Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan prioritas karena sangat mendukung aktivitas pendidikan, ibadah, serta kehidupan sehari-hari di lingkungan dayah.
"Alhamdulillah, seluruh lima titik sumur bor telah selesai dan diserahterimakan sesuai jadwal. Kami di Aceh berupaya memastikan amanah dari para diaspora ini benar-benar sampai kepada yang membutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi dayah serta masyarakat di sekitarnya," ujar Sayid Djalal Asrar.
Melalui program tersebut, Forum Tanah Air berharap sarana air bersih yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan sehingga memberi manfaat bagi para santri serta masyarakat di sekitar dayah.(*)