SURYA.co.id, LAMONGAN – Lamongan membuka peluang besar bagi masuknya investasi baru dengan menyiapkan ribuan hektare lahan untuk pengembangan kawasan industri.
Dari total 7.419 hektare kawasan peruntukan industri yang tersedia, sekitar 6.128 hektare masih belum dikembangkan dan siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis kawasan tersebut dapat menjadi magnet investasi, terutama karena didukung posisi strategis di jalur Pantura, kedekatan dengan kawasan Gerbangkertosusila, serta keberadaan infrastruktur logistik seperti pelabuhan.
Baca juga: 135 Hektare Mangrove di Lamongan Jadi Modal Jaga Pesisir dan Iklim
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, daerahnya memiliki modal ekonomi yang kuat untuk berkembang sebagai salah satu simpul industri baru di Jawa Timur.
Menurut Yuhronur, Lamongan tidak hanya mengandalkan sektor industri, tetapi juga memiliki kekuatan besar dari sektor pertanian.
Sektor pertanian saat ini memberikan kontribusi sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lamongan. Sementara sektor industri pengolahan menyumbang sekitar 12 persen.
Ia menilai kombinasi kedua sektor tersebut dapat menciptakan rantai ekonomi baru apabila diintegrasikan secara tepat.
"Lamongan memiliki kekuatan di sektor pertanian yang bisa dikembangkan bersama industri. Dengan integrasi tersebut, produk pertanian tidak hanya menjadi bahan baku, tetapi bisa menghasilkan nilai tambah melalui proses industri," ujar Yuhronur, Sabtu (1/8/2026).
Untuk mempercepat pengembangan kawasan industri, Pemkab Lamongan telah mengusulkan sejumlah proyek strategis kepada pemerintah pusat.
Beberapa proyek yang diusulkan meliputi :
Menurut Yuhronur, penguatan infrastruktur menjadi faktor penting agar kawasan industri Lamongan mampu berkembang secara maksimal.
"Kami berharap dukungan pemerintah pusat untuk penguatan infrastruktur agar pengembangan kawasan industri Lamongan semakin optimal," katanya.
Lamongan juga memiliki modal strategis melalui keberadaan PT Lamongan Integrated Shorebase (LIS) yang dilengkapi pelabuhan berstandar internasional.
Keberadaan pelabuhan tersebut dinilai dapat menjadi penggerak utama kawasan industri pesisir utara Jawa Timur karena mampu mendukung distribusi barang dan aktivitas logistik.
"Pelabuhan ini akan menjadi salah satu penopang kawasan industri Pantura. Namun, keberadaan pelabuhan harus diimbangi dengan konektivitas jalan yang baik agar arus logistik semakin kuat dan investasi semakin mudah masuk," ujar Yuhronur.
Dengan ketersediaan ribuan hektare lahan industri, dukungan sektor pertanian, serta infrastruktur logistik yang terus diperkuat, Lamongan menargetkan diri menjadi kawasan industri terintegrasi yang mampu menghubungkan produksi, pelabuhan, dan jaringan logistik nasional.