Usai Keluhan Warga Gatal-gatal, Bupati Rifai Cek Limbah PT SBS dan Tantang Uji Air Sungai Selali
Rita Lismini August 01, 2026 06:39 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin, meninjau langsung lokasi pengelolaan limbah PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS), Sabtu (1/8/2026).

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran limbah yang diduga berdampak terhadap kondisi Sungai Selali di Desa Pasar Pino, Kecamatan Pino Raya.

Pantauan TribunBengkulu.com, peninjauan dilakukan usai Bupati Rifai menghadiri pelayanan kesehatan gratis yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan setelah beredarnya isu ratusan warga mengalami gatal-gatal yang diduga akibat limbah PT SBS.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat secara langsung sistem pengelolaan limbah yang diterapkan perusahaan, termasuk kondisi kolam lindi. Menurutnya, peninjauan dilakukan agar pemerintah memperoleh gambaran secara utuh sebelum mengambil kesimpulan atas persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Rifai mengaku dirinya bukan ahli di bidang pengelolaan limbah. Karena itu, ia memilih melihat langsung kondisi di lapangan dan akan membandingkan sistem pengelolaan limbah PT SBS dengan perusahaan lain yang memiliki aktivitas serupa.

“Dengan saya melihat langsung sistem pengelolaan yang ada, karena saya bukan orang yang ahli di bidangnya, maka saya harus melihat secara visual agar bisa membandingkan. Saya juga akan ke pabrik lain untuk melihat apakah sistemnya sudah sama seperti ini. Selain itu, saya akan mengambil sampel dan melihat apakah hasilnya akan sama. Ini agar dapat menjadi bahan bagi PT SBS dalam menjawab keluhan masyarakat,” ujar Rifai saat meninjau lokasi pengelolaan limbah PT SBS, Sabtu (1/8/2026).

Pemeriksaan Hasil Limbah Dilakukan Transparan

Rifai menegaskan seluruh proses pemeriksaan harus dilakukan secara terbuka dan transparan. Bahkan, pemerintah daerah mempersilakan siapa pun untuk melakukan pengujian terhadap kualitas air Sungai Selali.

“Permasalahan air Sungai Selali, kita persilakan siapa pun untuk melakukan pengecekan. Bila ingin mengecek, saya siap mengantarkan ke laboratorium mana pun agar terjadi keterbukaan atas hasil laboratorium ini. Jadi tidak ada yang kita tutupi. Kita ingin semua nyaman,” ungkap Rifai.

Ia juga memastikan hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam mengambil langkah lanjutan terkait dugaan pencemaran limbah tersebut.

Melihat Kolam Lindi Bersama Warga

Salah seorang warga Desa Pasar Pino, Hartono, yang turut menyaksikan kondisi kolam lindi, membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran limbah. Ia mengaku pernah mengalami gatal-gatal setelah beraktivitas di Sungai Selali.

Namun, Hartono meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial mengenai ratusan warga yang disebut mengalami penyakit gatal akibat dugaan pencemaran tersebut.

Dampak Limbah Menurut Warga

Selain persoalan kesehatan, Hartono mengatakan kematian ikan di Sungai Selali juga berdampak terhadap mata pencaharian masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil sungai.

“Memang ada ikan di sungai yang mati, sehingga penghasilan kami menjadi berkurang,” ujarnya.

Hartono berharap PT SBS dapat memberikan solusi atas persoalan yang dirasakan masyarakat, terutama penyediaan air bersih serta upaya pemulihan kualitas Sungai Selali.

“Kami berharap PT SBS dapat memberikan solusi untuk masyarakat, khususnya penyediaan air bersih. Kami juga berharap Sungai Selali bisa kembali bersih seperti semula, meskipun mungkin tidak bisa persis seperti dulu,” tutup Hartono.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menyatakan akan terus mengawal proses pemeriksaan dugaan pencemaran limbah PT SBS hingga hasil uji laboratorium keluar.

Hasil tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya demi memberikan kepastian kepada masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Sungai Selali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.