TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nama Mbak Mput belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Bukan karena sensasi atau kontroversi, melainkan berkat aktivitas sehari-harinya sebagai penjual cilok yang berhasil menarik perhatian ribuan pengguna internet.
Di balik sosok yang kini akrab disapa Mbak Mput, terdapat seorang perempuan bernama Putri Ettyas.
Ia merupakan pedagang cilok asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang sukses memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan usaha kulinernya kepada masyarakat luas.
Popularitas Mbak Mput tidak datang secara instan. Berawal dari kebiasaan mengabadikan aktivitas saat berjualan, video-video yang ia unggah perlahan mulai mendapat perhatian warganet.
Gaya penyampaiannya yang santai, interaksi yang akrab dengan pelanggan, hingga suasana lapak yang sederhana justru menjadi daya tarik tersendiri.
Baca juga: 20 Tahun Lamanya Alyssa Soebandono Idap Kelainan di Tubuhnya, Akhirnya Tahun 2026 Jalani Operasi
Lewat akun Instagram, TikTok, dan YouTube miliknya, Putri Ettyas rutin membagikan kesehariannya sebagai pedagang kaki lima.
Hampir setiap hari, ia memperlihatkan proses melayani pembeli, menyiapkan pesanan, hingga momen-momen spontan bersama pelanggan yang datang ke lapaknya.
Tak sedikit video yang kemudian berhasil menembus halaman For You Page (FYP) TikTok. Dari situlah nama Mbak Mput semakin dikenal, bahkan oleh masyarakat di luar Kabupaten Klaten.
Menariknya, popularitas yang diraih Mbak Mput bukan semata karena makanan yang dijual.
Banyak warganet justru mengaku tertarik mengikuti kontennya karena sosoknya yang dinilai ramah, murah senyum, dan mampu membangun suasana hangat dengan siapa saja yang datang membeli.
Nama Mbak Mput sendiri sebenarnya sudah lama dikenal pelanggan setianya.
Sebutan itu menjadi panggilan akrab yang akhirnya ikut melekat di media sosial hingga kini lebih populer dibanding nama aslinya.
Baca juga: Minta Maaf Hotman Paris Tiada Guna, Polisi Tetap Lanjutkan Dua Laporan dari Organisasi Wartawan
Setiap sore, Mbak Mput membuka lapak ciloknya di kawasan samping Taman Stasiun Klaten.
Lokasi tersebut cukup strategis karena berada di sekitar area yang ramai dilalui masyarakat maupun penumpang kereta.
Ia mulai melayani pembeli sekitar pukul 16.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
Pada jam-jam tersebut, lapaknya kerap dipenuhi pelanggan yang datang silih berganti.
Tak hanya warga sekitar, banyak pula pelanggan yang sengaja mampir setelah mengetahui lapak Mbak Mput dari media sosial.
Sebagian bahkan datang karena penasaran ingin mencicipi cilok yang sering muncul di beranda TikTok mereka.
Selain berjualan, Mbak Mput juga kerap membuat konten bersama pelanggan.
Obrolan ringan, candaan spontan, hingga ekspresi pembeli saat menikmati cilok menjadi bagian dari video yang diunggahnya.
Dalam sejumlah konten, sosok sang suami juga beberapa kali terlihat membantu proses berjualan.
Kehadiran sang suami semakin memperlihatkan suasana sederhana dan kekompakan keluarga yang selama ini menjadi ciri khas konten Mbak Mput.
Untuk urusan menu, Mbak Mput menawarkan beberapa pilihan yang menjadi favorit pelanggan.
Cilok dengan siraman bumbu kacang menjadi menu utama yang paling banyak diburu.
Selain itu, tersedia pula varian cilok penyet yang menjadi salah satu menu andalan.
Perpaduan tekstur cilok dengan bumbu yang disajikan membuat menu tersebut cukup diminati para pembeli.
Bagi pelanggan yang tidak sempat datang saat jam operasional, Mbak Mput juga diketahui melayani pesanan dalam jumlah tertentu.
Di luar aktivitas berjualan, ada satu hal yang tak kalah sering menjadi bahan perbincangan warganet, yakni penampilannya.
Berbeda dengan anggapan bahwa pedagang kaki lima selalu tampil sederhana, Mbak Mput justru kerap terlihat mengenakan busana yang modis dan rapi saat berjualan.
Ia juga beberapa kali tampil menggunakan aksesori seperti perhiasan dan smartwatch ketika melayani pembeli.
Gaya berpakaiannya itu menuai banyak pujian. Tak sedikit warganet yang menilai penampilan rapi dan percaya diri Mbak Mput menjadi bukti bahwa profesi apa pun tetap bisa dijalani dengan penuh kebanggaan.
Fenomena Mbak Mput menunjukkan bahwa media sosial kini bukan sekadar tempat berbagi aktivitas, tetapi juga bisa menjadi sarana memperkenalkan usaha kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui konten sederhana yang konsisten dan apa adanya, Mbak Mput berhasil mengubah lapak cilok di samping Taman Stasiun Klaten menjadi salah satu destinasi kuliner yang banyak dicari.
Kini, ia tak hanya dikenal sebagai pedagang cilok, tetapi juga menjadi sosok inspiratif yang membuktikan bahwa kreativitas dan konsistensi mampu membuka peluang baru bagi pelaku usaha kecil di era digital.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)