TRIBUNJAKARTA.COM - Kecelakaan hari ini di Blora mengungkap fakta baru mengenai kondisi sopir truk yang tertabrak Kereta Api (KA) Ambarawa Ekspres di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Dukuh Pekuwonlor, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Sabtu (1/8/2026).
Sopir truk bernama Rokhim (51), warga Bantengan, Kecamatan Jati, dilaporkan mengalami luka berat akibat benturan keras dan harus dirujuk ke rumah sakit di Solo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kanit Reskrim Polsek Jati, Ipda Adi Bowo, mengatakan korban mengalami sejumlah luka serius setelah truk bernomor polisi K 1309 MF yang dikemudikannya tertabrak KA 263 Ambarawa Ekspres jurusan Surabaya-Semarang.
"Korban sempat dievakuasi ke UPTD Puskesmas Doplang sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Solo karena kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut," ujar Adi Bowo dikutip TribunJateng.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, Rokhim mengalami luka robek di kepala sebelah kiri sepanjang sekitar 10 sentimeter yang memerlukan delapan jahitan.
Selain itu, korban juga mengalami luka robek di pelipis kanan, bengkak pada bagian leher, serta fraktur tertutup pada paha kanan.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.15 WIB di perlintasan sebidang JPL 80 yang dijaga secara swadaya di KM 50+0/1 jalur hilir petak jalan antara Stasiun Doplang dan Stasiun Sulur.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan sejumlah saksi, pengemudi diduga kurang memperhatikan kondisi sekitar saat melintasi rel kereta api.
Pada saat bersamaan, KA 263 Ambarawa Ekspres yang melayani rute Surabaya-Semarang sedang melintas di lokasi.
"Truk langsung tertabrak kereta api dan terseret kurang lebih 100 meter dari perlintasan," kata Adi Bowo.
Benturan keras membuat kondisi truk rusak parah hingga terlipat dan hancur.
Dalam video amatir yang beredar di media sosial, terlihat warga bergotong royong mengevakuasi kerangka truk ke pinggir rel agar jalur kereta api dapat kembali digunakan.
Akibat kerasnya tabrakan, badan truk berhenti di tengah jalur rel hulu dan hilir.
Salah satu ban truk bahkan terlepas dan terpental hingga menghantam sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi K 5111 GN yang sedang diparkir di tepi sawah dekat lokasi kejadian.
Adi Bowo membenarkan pihaknya menerima laporan dari Stasiun Doplang terkait kecelakaan tersebut.
"Setelah menerima informasi, petugas Polsek Jati bersama Unit Gakkum dan Tim Inafis Polres Blora langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara," kata Ipda Adi Bowo, saat dikonfirmasi Tribunjateng.com.
Petugas kemudian mengamankan bangkai truk yang mengalami kerusakan parah ke Unit Lantas Polsek Randublatung untuk kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, kecelakaan tersebut juga berdampak pada operasional perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan KA 263 Ambarawa Ekspres harus melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di lokasi kejadian untuk pemeriksaan sarana oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP).
Meski demikian, seluruh penumpang, petugas, maupun awak kereta dipastikan selamat.
"Tidak ada korban jiwa, penumpang maupun petugas," kata Luqman.
Hasil pemeriksaan menunjukkan lokomotif mengalami kerusakan pada selang air brake yang patah akibat benturan.
KAI Daop 4 Semarang kemudian mengirim lokomotif pengganti dari Depo Lokomotif Semarang Poncol agar perjalanan dapat dilanjutkan.
Setelah proses penggantian lokomotif dan pemeriksaan teknis selesai dilakukan, KA Ambarawa Ekspres kembali diberangkatkan dari Stasiun Sulur pada pukul 10.20 WIB.
KAI Daop 4 Semarang juga kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang, khususnya yang tidak dilengkapi palang pintu.
Menurut Luqman, keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama.
Pengguna jalan diminta selalu berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi rel kereta api.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, KAI Daop 4 Semarang mencatat telah melakukan 216 kali sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, 21 kali sosialisasi keselamatan perkeretaapian di sekolah, serta menutup 14 titik perlintasan liar sebagai upaya menekan angka kecelakaan di wilayah operasionalnya.