Madura Terpopuler: Bupati Sumenep Bela Petani Tembakau hingga Gedung SDN Konang 4 Bangkalan Ambruk
Dwi Prastika August 01, 2026 07:22 PM

Kemudian tuntutan yang disampaikan Solidaritas Pers Sampang dalam aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Sampang, Madura, mendapat dukungan dari anggota DPRD Sampang, khususnya Fraksi Gerindra dan NasDem.

Tuntutan yang disampaikan adalah mendesak Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas pernyataannya yang menyebut profesi pers sebagai "Londo Ireng."

Lalu Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Jafar, sebut robohnya SDN Konang 4 Bangkalan membuka mata, hingga kini masih banyak gedung sekolah yang memprihatinkan.

Bupati Sumenep Tegas Bela Petani Tembakau, Perusahaan Dilarang Beli di Bawah Harga Titik Impas

RAPAT - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat pimpin rapat penentuan Titik Impas Harga Tembakau yang dihadiri Wakapolresta Sumenep, Kompol Haris Darma Sucipto, bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait, Kamis (30/7/2026). Pemerintah daerah tidak akan membiarkan hasil jerih payah petani selama satu musim tanam dibayar dengan harga yang merugikan.
RAPAT - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat pimpin rapat penentuan Titik Impas Harga Tembakau yang dihadiri Wakapolresta Sumenep, Kompol Haris Darma Sucipto, bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait, Kamis (30/7/2026). Pemerintah daerah tidak akan membiarkan hasil jerih payah petani selama satu musim tanam dibayar dengan harga yang merugikan. (Istimewa/TribunMadura.com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, menegaskan keberpihakannya kepada petani tembakau pada musim panen 2026.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memastikan, perusahaan rokok tidak boleh membeli tembakau di bawah Titik Impas Harga Tembakau (TIHT), bahkan telah menyiapkan tim khusus untuk mengawasi transaksi di lapangan.

Pemerintah daerah tidak akan membiarkan hasil jerih payah petani selama satu musim tanam dibayar dengan harga yang merugikan.

Menurutnya, TIHT bukan sekadar angka acuan, melainkan hasil perhitungan menyeluruh yang mencakup seluruh biaya produksi, mulai dari pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk, tenaga kerja, pemeliharaan, hingga biaya panen dan pascapanen.

"TIHT bukan sekadar angka acuan, tetapi menjadi bagian dari standarisasi harga yang harus menjadi perhatian perusahaan rokok dalam aktivitas pembelian tembakau," kata Achmad Fauzi usai Rapat Koordinasi Penetapan Titik Impas Harga Tembakau di Kantor Bupati Sumenep, Kamis (30/7/2026).

Ia menegaskan, harga tembakau harus memberikan keuntungan yang layak bagi petani. Jangan sampai biaya yang telah dikeluarkan petani selama masa tanam tidak sebanding dengan harga jual saat panen.

Baca Selengkapnya di Sini

DPRD Sampang Fraksi Gerindra dan NasDem Dukung Tuntutan Solidaritas Pers, Siap Teruskan Aspirasi

TANDA TANGAN - Sejumlah anggota DPRD Sampang terutama dari Fraksi NasDem dan Gerindra menandatangani lembaran petisi dukungan agar Presiden Prabowo Subianto melakukan klarifikasi dan permintaan maaf atas pernyataan soal 'Londo Ireng' ke sejumlah profesi, termasuk jurnalis, Jumat (31/7/2026).
TANDA TANGAN - Sejumlah anggota DPRD Sampang terutama dari Fraksi NasDem dan Gerindra menandatangani lembaran petisi dukungan agar Presiden Prabowo Subianto melakukan klarifikasi dan permintaan maaf atas pernyataan soal 'Londo Ireng' ke sejumlah profesi, termasuk jurnalis, Jumat (31/7/2026). (Istimewa/TribunMadura.com)

Tuntutan yang disampaikan Solidaritas Pers Sampang dalam aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Sampang, Madura, mendapat dukungan dari anggota DPRD Sampang, khususnya Fraksi Gerindra dan NasDem, Jumat (31/7/2026),

Dalam aksi yang diikuti puluhan wartawan dari 13 organisasi pers tersebut, massa menyampaikan dua tuntutan utama, yakni mendesak Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas pernyataannya yang menyebut profesi pers sebagai "Londo Ireng."

Selain itu, mereka meminta DPRD Sampang meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.

Aspirasi tersebut diterima langsung Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Rudi Kurniawan, didampingi sejumlah anggota dewan.

Bahkan mereka menandatangani petisi dukungan agar presiden meminta maaf.

Rudi Kurniawan menegaskan kehadirannya juga mewakili Fraksi NasDem dan menyatakan dukungan terhadap tuntutan yang disampaikan para jurnalis.

"Kami mendukung tuntutan yang disampaikan demonstran. Pers dan pemerintah merupakan mitra yang saling mendukung untuk membranding kemajuan daerah," ujarnya di tengah demonstran.

Baca Selengkapnya di Sini

Wabup Bangkalan Sebut Robohnya SDN Konang 4 Membuka Mata, Banyak Gedung Sekolah Memprihatinkan

SEKOLAH AMBRUK - Gedung A SDN Konang 4 Kabupaten Bangkalan, Madura, yang difungsikan sebagai Ruang Kelas VI dan Ruang Guru ambruk pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelum menumpang di Gedung A, Kantor Sekolah sudah ambruk terlebih dahulu. Kondisi Gedung B setali tiga uang, genteng sudah mulai berjatuhan.
SEKOLAH AMBRUK - Gedung A SDN Konang 4 Kabupaten Bangkalan, Madura, yang difungsikan sebagai Ruang Kelas VI dan Ruang Guru ambruk pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelum menumpang di Gedung A, Kantor Sekolah sudah ambruk terlebih dahulu. Kondisi Gedung B setali tiga uang, genteng sudah mulai berjatuhan. (Istimewa/TribunMadura.com)

Ambruknya Gedung A SDN Konang 4 Kabupaten Bangkalan, Madura, pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB direspons Pemkab Bangkalan dengan memerintahkan Dinas Pendidikan (disdik) untuk mendatangi lokasi, Jumat (31/7/2026).

Tidak ada korban jiwa atas tragedi ambruknya gedung sekolah, karena seluruh murid yang berjumlah 47 siswa dipulangkan lebih awal setelah muncul tanda-tanda sebelum gedung roboh. 

Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Jafar, mengungkapkan, Disdik Kabupaten Bangkalan selama ini telah mengajukan SDN Konang 4 untuk mendapatkan program revitaliasi dengan fokus utama yakni gedung sekolah rusak berat, daerah tertinggal, dan terluar, serta wilayah terdampak bencana. 

"Namun hingga hari ini, belum medapat revitalisasi. Semoga dengan kejadian ini akan menjadi atensi, kejadian ini sebenarnya membuka mata kita semua bahwa memang kondisi gedung-gedung sekolah di Bangkalan memprihatinkan dan membahayakan keselamatan anak didik," tegas Fauzan di hadapan sejumlah awak media, Jumat (31/7/2026).  

Beberapa hari sebelum Gedung A ambruk, sejumlah guru SDN Konang 4 Bangkalan melihat kondisi gedung mulai semakin miring.

Pada Senin (27/7/2026), beberapa bagian pada dinding gedung yang dekat dengan permukiman warga sudah mulai rontok.

Menjelang pukul 14.00 WIB, ada tiang bagian depan mulai patah dan dinding yang sudah berlubang mulai rontok.

Kondisi tersebut dilaporkan kepada kepala sekolah yang posisinya sedang mengikuti rapat agustusan di Kantor Kecamatan Konang.

Setelah kepala sekolah datang, para guru gotong royong memindahkan beberapa benda berharga dari Gedung A seperti sound system, layar lebar smartboard, hingga bangku-bangku kelas. 

Keesokan harinya, Selasa (28/7/2026), kembali muncul reruntuhan material Gedung A meski tidak separah sehari sebelumnya, namun kaca mulai bergerak. 

Faunzan menyatakan, Pemkab Bangkalan akan memperhatikan dan memberi atensi khusus kepada gedung SDN Konang 4.

Ia berharap, ini menjadi perhatian dari pemerintah pusat di tengah kondisi fiskal daerah yang sangat terbatas.

"Sudah puluhan tahun, sudah lama sekali belum tersentuh bantuan. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dari kejadian ini, semoga ada perhatian untuk segera diperbaiki," kata Fauzan. 

Baca Selengkapnya di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.