WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya terus mengusut kasus meninggalnya Sutrimo, pria yang sempat dibawa dari Mordent Aesthetic Clinic ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Hingga kini, penyelidik telah memeriksa lima saksi, mengamankan sejumlah barang bukti, serta mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan proses penyelidikan masih terus berjalan.
Fokus penyidik saat ini adalah menyusun kronologi kejadian berdasarkan keterangan para saksi, hasil pemeriksaan forensik, serta analisis rekaman CCTV.
"Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan untuk menelusuri rangkaian peristiwa sebelum S dibawa ke rumah sakit hingga proses pengantaran jenazah ke Banyumas," kata Budi, Sabtu (1/8/2026).
Lima saksi yang telah dimintai keterangan terdiri dari AZ dan MOP selaku pengemudi ambulans, MZ sebagai pemilik perusahaan ambulans, MA yang diketahui sempat berkomunikasi dengan korban, serta AAS yang mengemudikan ambulans saat membawa Sutrimo dari klinik menuju rumah sakit.
Baca juga: Kematian Sutrimo Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diselidiki, Ponsel Korban Diperiksa Polisi
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Sutrimo dibawa menggunakan ambulans dari Mordent Aesthetic Clinic menuju RS Muhammadiyah Taman Puring pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 09.10 WIB.
Setelah menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah kemudian diberangkatkan sekitar pukul 12.45 WIB menuju Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk dimakamkan.
Dalam upaya mengungkap penyebab kematian korban, Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Mordent Aesthetic Clinic pada Senin (27/7/2026).
Dari lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain obat-obatan, dua botol natrium klorida, satu unit solid-state drive (SSD), serta beberapa helai rambut yang akan diperiksa lebih lanjut secara laboratoris.
Selain itu, penyidik juga menyita rekaman CCTV dari klinik dan meminta rekaman CCTV milik RS Muhammadiyah Taman Puring untuk dianalisis melalui pemeriksaan digital forensik.
Tak hanya itu, penyidik juga menjadwalkan klarifikasi terhadap dokter berinisial IK yang menangani korban, serta S, pemilik perusahaan ambulans, guna melengkapi alat bukti dan memastikan seluruh rangkaian kejadian terungkap secara utuh.
"Proses penyelidikan masih berlangsung. Penyelidik akan melanjutkan klarifikasi terhadap dokter dan saksi lainnya, melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap rekaman CCTV, serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik," ujar Budi.
Hingga saat ini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian Sutrimo.
Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan seluruh proses pendalaman sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.