Laporan Wartawan Tribun Batam, Birri Fikrudin
TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Sebanyak 33 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), resmi memasuki masa Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) tahun 2026.
Tahapan ini penting, guna mempersiapkan diri untuk mengemban tugas pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembinaan pun diawali dengan Upacara Tradisi Tantingan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Natuna di halaman Natuna Hotel, Sabtu (1/8/2026).
>>>> "Tantingan Paskibraka adalah upacara tradisi sakral penyambutan dan pengujian mental yang menandai dimulainya pemusatan latihan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka"
Tradisi tersebut dipimpin langsung Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Natuna, Helmi Wahyuda, sebagai simbol dimulainya pembentukan karakter, disiplin, mental, dan jiwa kepemimpinan para calon Paskibraka.
Dalam prosesi tersebut, para peserta diajak merenungkan amanah besar yang akan mereka emban.
Mereka diingatkan bahwa menjadi Paskibraka bukan sekadar bertugas mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Menjadi Paskibraka adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah. Karena itu, setiap peserta harus mengikuti seluruh proses pembinaan dengan sungguh-sungguh, menjaga disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujar Helmi.
Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi memasuki Gerbang Desa Bahagia, yang menjadi tanda dimulainya kehidupan para calon Paskibraka selama mengikuti pembinaan.
Desa Bahagia dimaknai sebagai tempat pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong, dan komitmen mengabdi kepada bangsa.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyiraman air kembang tujuh rupa kepada seluruh peserta.
Tradisi ini melambangkan penyucian diri, memohon keselamatan, serta kesiapan mental dalam menjalani seluruh tahapan pendidikan dan pelatihan.
Pada hari yang sama, puluhan calon Paskibraka itu juga mengikuti pembukaan Pemusatan Diklat Calon Paskibraka Tahun 2026 di Aula Natuna Hotel.
Pembukaan dilakukan Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, yang ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan calon Paskibraka sebagai simbol dimulainya pendidikan dan pelatihan.
Sebanyak 33 calon Paskibraka, terdiri atas 18 putra dan 15 putri itu, merupakan hasil seleksi ketat yang diikuti 60 peserta dari 15 kecamatan di Kabupaten Natuna.
"Mereka adalah putra-putri terbaik Natuna yang telah melalui tahapan seleksi mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Selanjutnya mereka akan menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan sebagai bekal melaksanakan tugas pada upacara HUT Kemerdekaan RI," Helmi.
Selama masa diklat, para peserta akan mengikuti berbagai materi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, tes kesamaptaan jasmani, latihan baris-berbaris, pembinaan karakter, hingga penguatan wawasan kebangsaan.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, Kesbangpol melibatkan enam pelatih dari unsur TNI dan Polri, empat tenaga medis, serta lima pengasuh yang akan mendampingi peserta selama masa pendidikan dan pelatihan yang dijadwalkan berlangsung hingga 18 Agustus 2026.
Sementara itu, Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, mengapresiasi seluruh panitia dan pelatih yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.
Menurutnya, para calon Paskibraka merupakan generasi muda pilihan yang mendapat kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kalian adalah putra-putri terbaik Kabupaten Natuna yang telah berhasil melewati proses seleksi yang ketat. Amanah ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Jadilah teladan bagi generasi muda lainnya," pesannya.
Melalui pemusatan pendidikan dan pelatihan tersebut, diharapkan seluruh peserta mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih dengan baik, sekaligus menjadi generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.
(Tribunbatam.id/birrifikrudin)