SURYA.CO.ID, BANDUNG – Derbi Jawa Timur yang mempertemukan Persebaya Surabaya kontra Arema FC pada babak semifinal Piala Presiden 2026 bakal berlangsung pada 4 Agustus mendatang.
Jelang laga semifinal Presiden 2026 kali ini, Persebaya dan Arema FC bernasib sama, terancam tampil tanpa striker andalan masing-masing.
Striker Persebaya, Alex Martins dan striker Arema FC, Gustavo Henrique tak bisa turun bertanding dalam duel El Classico Liga Indonesia ini karena faktor cedera.
Kutukan jadwal padat turnamen pramusim ini memakan tumbal besar setelah dua penyerang asing andalan dari masing-masing kubu terpaksa tumbang dan mengalami cedera serius.
Kondisi ini membuat duel bergengsi antar tim rival abadi tersebut terancam kehilangan panggung adu ketajaman dari para mesin gol utamanya.
Baca juga: Persebaya Dihantam Cedera dan Recovery Singkat, Tavares Yakin Bisa Jinakkan Arema
Persebaya Surabaya sebenarnya baru saja merayakan keberhasilan rekrutan anyarnya, Alex Martins, yang tampil menjanjikan sebagai juru gedor utama.
Penyerang asal Brasil itu menjadi pahlawan usai mencetak gol tunggal penentu kemenangan atas Port FC setelah memanfaatkan umpan silang manis dari Francisco Rivera di laga pamungkas penyisihan Grup, Jumat (31/7/2026).
Namun nasib naas menimpa sang pemain ketika ia harus ditandu keluar lapangan oleh tim medis akibat menderita cedera di bagian bahunya.
Kondisi cederanya Alex Martins memicu protes keras dari pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, yang menilai jadwal laga pramusim sangat menguras fisik.
Tavares menegaskan bahwa intensitas tinggi yang dipaksakan dalam jeda waktu sangat singkat membuat risiko cedera pemain meningkat drastis.
Arsitek asal Portugal tersebut menumpahkan kekecewaannya karena jeda waktu antar pertandingan tidak memberikan ruang yang cukup bagi tim untuk menggelar sesi latihan taktik.
Ia juga merasa tim-tim dari Grup B mendapatkan kerugian ekstra dari sisi pemulihan fisik dibandingkan dengan kontestan yang menghuni Grup A.
Saat ini pihak manajemen Persebaya masih terus menunggu laporan medis resmi terkini terkait perkembangan cedera bahu yang dialami oleh sang penyerang.
Baca juga: Tavares Bongkar PR Persebaya, Peringatan Keras Jelang Duel Panas Lawan Arema
Penderitaan serupa juga harus dialami oleh Arema FC yang baru saja menemukan performa terbaiknya bersama penyerang baru, Gustavo Henrique.
Striker Brasil berusia 30 tahun itu menjelma menjadi idola baru Aremania setelah sukses menorehkan empat gol dalam dua laga terakhir.
Aksi impresifnya berlanjut lewat raihan brace yang memastikannya menjadi pahlawan kemenangan Singo Edan atas DPMM FC.
Namun kebahagiaan Arema FC harus dibayar mahal ketika Gustavo tersungkur mengeluhkan rasa sakit pada bagian kakinya usai mencetak gol kedua.
Berdasarkan pemeriksaan awal dari tim medis Arema FC, sang pemain dikonfirmasi mengalami masalah pada otot paha sebelah kiri.
Faktor kelelahan disinyalir menjadi penyebab utama cedera tersebut mengingat kebugaran fisik sang pemain belum berada pada tingkat 100 persen.
Manajemen Singo Edan akhirnya mengambil keputusan untuk mengistirahatkan sang penyerang di sisa periode turnamen pramusim ini.
Langkah tegas tersebut diambil agar sang bomber dapat fokus melakukan pemulihan penuh demi menghadapi bergulirnya kompetisi Super League mendatang.
Asal Negara: Brasil
Usia: 33 Tahun
Posisi: Penyerang Tengah (Striker)
Peran Tim: Menjadi salah satu tumpuan utama lini serang Bajol Ijo di bawah asuhan pelatih Bernardo Tavares.
Catatan Gol: Berhasil mencetak 1 gol debutnya bersama Persebaya pada laga awal turnamen pramusim ini.
Kondisi : Posisinya dirotasi dengan penyerang lain seperti Yann Mabella pada pertandingan fase grup terakhir kontra Port FC karena alami cedera bahu
Asal Negara: Brasil
Usia: 30 Tahun
Posisi: Penyerang Tengah (Striker)
Nomor Punggung: 29
Catatan Gol: 4 gol dari 3 pertandingan.
Rincian Pertandingan:
Mencetak brace (2 gol) dalam kemenangan 2-1 Arema FC Vs Tampines Rovers:
Mencetak brace (2 gol) saat kemenangan 2-0 Arema FC vs DPMM FC Brunei Darussalam
Kondisi Terkini: Mengalami cedera otot paha depan kiri (quadriceps) di akhir babak pertama lawan DPMM FC. Akibatnya, ia dipastikan absen membela Arema FC pada babak semifinal guna memfokuskan pemulihan jelang bergulirnya Liga 1/Super League 2026/2027