TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Trenggalek mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur 2026. Meski tidak memasang target muluk, PSTI Trenggalek optimistis mampu membawa pulang medali dari ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut.
Ketua PSTI Trenggalek, Sigit Aryono, mengatakan target medali perunggu sudah menjadi capaian yang sangat baik mengingat persaingan antardaerah yang cukup ketat. Selain itu, regenerasi atlet sepak takraw di Trenggalek masih terus dilakukan untuk meningkatkan daya saing tim.
"Terkait pencarian atlet dari cabang olahraga PSTI ini, kami memang serius untuk memilih atlet-atlet terbaik. Sebab, atlet-atlet berprestasi kami sekarang masih di bawah kabupaten lain," ujar Sigit saat diwawancarai di GOR Jwalita Trenggalek, Minggu (2/8/2026).
PSTI Trenggalek Gelar TC Selama Satu Bulan
Sebagai bagian dari persiapan menuju POPDA Jatim 2026, PSTI Trenggalek akan menggelar pemusatan latihan atau training center (TC) selama sekitar satu bulan penuh.
Program latihan intensif tersebut dijadwalkan dimulai pada September 2026 dengan fokus meningkatkan kemampuan teknik, fisik, dan mental bertanding para atlet.
"Untuk pemusatan latihan persiapan POPDA nanti dimulai sekitar bulan September, durasinya antara sekitar satu bulan,” kata Sigit.
Menurutnya, masa latihan tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin agar atlet yang terpilih mampu tampil kompetitif saat menghadapi lawan-lawan dari daerah lain di Jawa Timur.
Seleksi Ketat Atlet Sepak Takraw U-17
Sigit menjelaskan, peserta POPDA Jawa Timur 2026 berasal dari kelompok usia di bawah 17 tahun atau U-17 sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
Karena itu, PSTI Trenggalek akan melakukan seleksi secara ketat untuk menjaring pemain terbaik yang nantinya memperkuat kontingen daerah.
Pada ajang POPDA mendatang, Trenggalek diperkirakan mengirimkan 10 atlet yang terdiri dari lima atlet putra dan lima atlet putri.
"Untuk atlet POPDA sendiri kami perkirakan membawa 5 atlet putri, 5 atlet putra, dan 2 orang official," tambahnya.
Evaluasi POPDA Sebelumnya, Trenggalek Hanya Sampai Delapan Besar
PSTI Trenggalek menjadikan hasil POPDA sebelumnya sebagai bahan evaluasi penting. Saat itu, tim sepak takraw Trenggalek hanya mampu melaju hingga babak delapan besar dan belum berhasil meraih medali.
"Tahun untuk POPDA sebelumnya, perolehan medali kami memang masih belum bisa berbicara banyak, yaitu masih di delapan besar," akuinya.
Menurut Sigit, salah satu tantangan terbesar dalam pembinaan atlet adalah menjaga kontinuitas latihan karena sebagian besar pemain masih berstatus pelajar yang memiliki jadwal sekolah cukup padat.
"Maka dari itu, kami sangat serius bersama pengurus lainnya untuk menyeleksi dan mengadakan tes-tes, walaupun pendanaan akan kami tekel sendiri dari PSTI nanti," terangnya.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, PSTI Trenggalek mengaku optimistis menatap POPDA Jawa Timur 2026. Optimisme itu muncul setelah melihat banyaknya atlet muda potensial yang tampil dalam berbagai kejuaraan dan turnamen lokal.
Menurut Sigit, kemunculan talenta-talenta baru menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi sepak takraw Trenggalek di level provinsi.
"Melihat pertandingan saat ini, kami dari pengurus PSTI sangat optimistis karena banyak bermunculan atlet-atlet baru yang mungkin bisa berbicara banyak di POPDA nanti," katanya.
Dengan persiapan yang matang, seleksi ketat, serta program latihan terpusat selama satu bulan, PSTI Trenggalek berharap dapat memperbaiki capaian pada POPDA sebelumnya.
"Insyaallah kami menargetkan, ya belum bisa target level lebih tinggi, paling tidak kita bisa meraih medali perunggu," tutupnya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)