Terungkap Alasan LAZ Dipecat dari PAN, Bukan Hanya karena Kena OTT KPK
Wahyu Widiyantoro August 02, 2026 07:20 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Terungkap alasan pemecatan dengan tidak hormat terhadap Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dari posisinya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rupanya, pemecatan LAZ tidak semata-mata dipicu oleh kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (13/7/2026) terkait kasus pengaturan proyek, suap, dan gratifikasi. 

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PAN NTB, Muazzim Akbar, mengungkapkan bahwa alasan sesungguhnya di balik pemberhentian tidak hormat tersebut adalah karena LAZ terdeteksi melakukan manuver politik untuk pindah ke partai lain.

Muazzim mengungkapkan bahwa LAZ, saat masih aktif menjabat sebagai Ketua DPW PAN NTB, secara diam-diam pernah menawarkan dirinya untuk menjadi Ketua DPD Partai Gerindra NTB.

"Ini harus saya sampaikan ke media, ternyata yang bersangkutan (LAZ) ini saat masih aktif menjabat ketua DPW pernah diam-diam menawarkan dirinya menjadi Ketua DPD Gerindra," ujar Muazzim Akbar, Sabtu (1/8/2026).

Baca juga: Muazzim Akbar Ditunjuk Jadi Plt Ketua DPW PAN NTB Gantikan LAZ

Menurut Muazzim, informasi tersebut disampaikan langsung Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. 

LAZ bahkan disebut telah lebih dari satu kali melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan DPP Partai Gerindra, termasuk dengan Wakil Ketua Umum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, untuk membicarakan peluangnya memimpin Gerindra NTB.

"Ketua umum sendiri yang sampaikan. Bahkan sudah bertemu berkali-kali dengan pengurus pusat Gerindra, termasuk dengan Pak Dasco. Nah, ini kan jelas dan tidak paham etika berpolitik," tutur Muazzim.

Hubungan dengan DPP Memburuk

Muazzim menegaskan bahwa manuver politik LAZ ini menjadi salah satu faktor yang turut memperburuk hubungan LAZ dengan DPP PAN, terlebih setelah ditangkap KPK. 

Ia menyoroti bahwa belum genap satu tahun memimpin PAN NTB, LAZ sudah berupaya melompat ke partai lain.

"Bagaimana bisa saat masih menjabat ketua di DPW PAN, malah melamar ingin jadi ketua partai lain?" tegas Muazzim.

Ketika ditanya lebih jauh apakah keinginan LAZ memimpin Gerindra NTB tersebut berkaitan dengan ambisi politiknya untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub), Muazzim enggan berspekulasi lebih jauh.

"Saya tidak tahu apa kepentingannya, tapi yang jelas itu mencederai komitmen terhadap organisasi," tegasnya.

DPP PAN langsung mengeluarkan keputusan pemecatan tidak hormat terhadap LAZ, baik sebagai anggota maupun Ketua DPW PAN NTB, kurang dari 24 jam setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

PAN NTB Klaim Semakin Solid

Di sisi lain, Muazzim mengaku partainya justru bersyukur atas insiden OTT KPK yang menimpa LAZ tersebut. 

Menurutnya, kejadian ini menjadi momentum untuk membersihkan kader-kader yang dinilai tidak memahami etika politik, sehingga kondisi PAN NTB saat ini menjadi lebih solid.

"Justru dengan adanya kasus kemarin ini PAN menjadi lebih solid, menjadi pelajaran berharga bagi PAN untuk memperkuat konsolidasi. Jadi (OTT KPK) sama sekali tidak ada pengaruhnya ke partai," pungkasnya.

Muazzim sudah ditunjuk sebagai pengganti sebagai Plt Ketua DPW PAN NTB menggantikan LAZ. 

"Sekarang saya dipercayakan oleh DPP untuk mengemban amanat sebagai Plt Ketua DPW PAN NTB," ujar Muazzim.

Muazzim saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI Dapil NTB II sekaligus Ketua Korwil PAN Bali-Nusa Tenggara.

Muazzim pernah menjabat sebagai Ketua DPW PAN NTB sebelum LAZ.

LAZ sebelumnya dilantik sebagai Ketua DPW PAN NTB pada 17 April 2026 atau sekira tiga bulan sebelum OTT KPK.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.