Dorong Pariwisata Banyuwangi Naik Kelas, InJourney dan Angkasa Pura Berkolaborasi Siapkan Roadmap
Luky Setiyawan August 02, 2026 10:53 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Dunia pariwisata Banyuwangi kembali mendapatkan suntikan dukungan untuk naik level di pasar internasional.

Kali ini, datang dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata bersama Angkasa Pura siap berkolaborasi mengembangkan Banyuwangi sebagai destinasi berkelas internasional melalui penguatan event, promosi, hingga konektivitas udara. 

“Kami telah bertemu jajaran direksi InJourney dan menyatakan komitmennya mendukung pariwisata Banyuwangi. Kami optimis, dukungan besar ini akan berdampak positif pada pariwisata dan ekonomi daerah,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestandani, Minggu (2/8/2026).

Sebelumnya Direktur Utama InJourney Maya Watono bertemu Bupati Ipuk di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi, pada Jumat (31/7/2026). Turut mendampingi Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi.

Baca juga: Kisah Rizqi Perwira AL Asal Banyuwangi, Sempat Berkali-kali Gagal Tes, Kini Raih Adhi Makayasa

"Kami mengapresiasi komitmen InJourney dan Angkasa Pura. Dukungan untuk meningkatkan kualitas event, memperluas promosi, hingga memperkuat konektivitas udara akan menjadi modal penting agar pariwisata Banyuwangi semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional," ujar Ipuk. 

InJourney menilai Banyuwangi memiliki modal yang lengkap sebagai destinasi kelas dunia, mulai dari bentang alam, kekayaan budaya, kuliner, hingga kualitas event yang selama ini konsisten dikembangkan daerah.

Kunjungan ini menjadi langkah awal penyusunan strategi bersama untuk memperkuat daya saing pariwisata Banyuwangi.

"Banyuwangi memiliki potensi yang luar biasa. Alamnya indah, budayanya kuat, kulinernya menarik, kopinya juga luar biasa. Yang paling penting, tim di daerah sangat kreatif. Saya melihat pariwisata bisa menjadi engine of future economic growth bagi Banyuwangi," kata Maya.

Menurut Maya, kekuatan utama Banyuwangi terletak pada DNA pariwisatanya yang otentik. Identitas budaya yang masih terjaga, dipadukan dengan kekayaan alam, menjadi nilai yang harus dipertahankan sembari meningkatkan daya saing destinasi.

“Kita akan merancang bersama peta jalan (roadmap) strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sekaligus mendorong pemerataan pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) ke Banyuwangi,” ungkapnya.

Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan event agar terus menjadi daya tarik internasional.

Gandrung Sewu yang akan digelar di Oktober mendatang menjadi salah satu agenda yang akan mendapat dukungan.

"Event ini memiliki potensi besar menjadi etalase budaya Indonesia di mata dunia. Dengan pengemasan dan promosi yang lebih kuat, kami optimistis daya tariknya akan semakin besar," ujar Maya.

Selain memperkuat promosi destinasi dan event, InJourney melalui Angkasa Pura juga menaruh perhatian pada peningkatan konektivitas menuju Banyuwangi.

Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, akses transportasi menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan pariwisata. Karena itu, pihaknya melihat peluang untuk meningkatkan konektivitas penerbangan menuju Banyuwangi melalui skema yang berkelanjutan.

"Kami melihat potensi penambahan frekuensi penerbangan ke Banyuwangi. Namun pengembangannya harus dirancang secara komprehensif, misalnya mengintegrasikan rute Banyuwangi dengan destinasi wisata lain sehingga tingkat keterisian penumpang tetap terjaga," kata Rizal.

Menurutnya, penguatan konektivitas tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari daerah, Kementerian Perhubungan, hingga maskapai.

"Ketika event bertambah kuat, destinasi semakin menarik, dan akses transportasi semakin mudah, maka ekosistem pariwisata akan tumbuh. Dampaknya bukan hanya pada jumlah wisatawan, tetapi juga terhadap ekonomi masyarakat," ujarnya.

(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.