TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel menyoroti kompleksnya persoalan distribusi kebutuhan pokok (sembako) di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang sangat bergantung pada kondisi alam dan cuaca ekstrem setiap tahunnya.
Menurut Ekti, kondisi geografis Mahakam Ulu yang kerap dihadapkan pada dua musim ekstrem selalu membawa masalah tersendiri bagi mobilitas logistik masyarakat.
"Mahakam Ulu itu setiap tahun ada dua musim ya. Kalau musim hujan, masalah. Musim kemarau, juga masalah. Jadi, musimnya itu mintanya pas-pasang, enggak kemarau, nggak hujan, kan susah ya?," ujar Ekti Imanuel, Minggu (2/8/2026).
Ia memaparkan, jalur transportasi sungai yang menjadi urat nadi utama kerap terkendala oleh ganasnya riam di sejumlah titik, khususnya dari Long Bagun menuju Long Pahangai yang memiliki tiga riam besar, yakni Riam Udang, Riam Panjang, dan Riam Ngalor.
Baca juga: 5 Fakta Angkutan Sungai Mahakam Lumpuh, tak dapat BBM Subsidi, Harga Sembako di Mahulu Terancam Naik
Sementara jalur hulu dari Long Pahangai menuju Long Apari juga memiliki tantangan tersendiri.
Kendala kian parah ketika musim kemarau tiba.
Debit air sungai yang surut membuat armada air seperti longboat tidak bisa melintas.
Akibatnya, distribusi terpaksa dialihkan melalui jalur darat sejauh kurang lebih 100 kilometer dari Long Bagun ke Long Pahangai dengan kondisi infrastruktur jalan yang masih memprihatinkan.
Mahalnya biaya transportasi darat ini lantas berdampak langsung pada lonjakan harga barang di tingkat konsumen.
Baca juga: 3 Fakta Surut Sungai Mahakam Picu Harga Sembako di Mahakam Ulu di Luar Nalar, Beras 25 Kg Rp1 Juta
Ekti mengungkap, biaya sewa kendaraan pikap jenis tertentu dengan kapasitas muatan sekitar satu ton bisa menelan biaya fantastis akibat beratnya medan.
"Otomatis dari jalan darat 100 kilo dari Long Bagun ke Long Pahangainya. Dengan jalan yang tidak karu-karuan. Otomatis satu pikap sejenis L200 pikap, itu kan muatnya 1 ton ya. 1 ton kalau 10 kilo kan 100 karung. Itu ongkos muatnya Rp7 juta sampai Rp8 juta. Ya makanya harga di sana selalu naik," bebernya.
Untuk mengatasi persoalan menahun tersebut, DPRD Kaltim bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu telah menyiapkan langkah taktis jangka panjang.
Salah satu solusi konkret yang didorong adalah pembangunan gudang logistik penyangga di wilayah Long Pahangai.
Keberadaan gudang ini nantinya difungsikan sebagai titik simpul penyimpanan stok sembako sebelum didistribusikan lebih lanjut ke wilayah sekitarnya.
Baca juga: Penyebab Harga Sembako di Mahakam Ulu Kaltim Meroket, Beras Rp1,2 Juta per Karung
Dengan strategi ini, pasokan kebutuhan pokok tetap aman dan stabil meski wilayah tersebut tengah dilanda musim kemarau panjang ataupun banjir akibat musim hujan.
"Jadi supaya kita tahu, Mahakam Ulu itu dari Long Bagun ke Long Pahangai ini enggak ada riamnya, otomatis kita menginginkan ada sejenis gudang di Long Pahangai, di sinilah sembako-sembako itu ditaruh. Jadi kalau musim hujan, bisa itu dipakai. Musim panas, bisa dipakai," sambung Ekti.
Ekti menegaskan, pihak legislatif bersama Pemerintah Provinsi Kaltim siap memberikan dukungan penuh serta bersinergi dengan Pemkab Mahakam Ulu agar krisis distribusi logistik ini dapat segera teratasi demi menekan disparitas harga di wilayah perbatasan tersebut.
"Nah, tentu kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Mahakam Ulu, terutama terkait dengan pembangunan gudang di Long Pahangai. Ini gudang sembako nih," tandas Ekti. (*)