TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kecamatan Tallo merupakan salah satu kawasan tertua di Kota Makassar.
Tallo hingga kini terus berkembang sebagai pusat permukiman, perdagangan, sejarah, dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Wilayah ini menjadi penghubung penting antara kawasan pesisir utara dengan daratan Kota Makassar.
Posisi strategis Tallo menjadikannya kawasan dengan mobilitas yang tinggi.
Di sebelah utara, kecamatan ini berbatasan langsung dengan Selat Makassar.
Sementara di bagian selatan dan barat berbatasan dengan Kecamatan Bontoala, serta di timur berbatasan dengan Kecamatan Tamalanrea.
Dengan luas wilayah sekitar 5,83 kilometer persegi, Kecamatan Tallo dihuni sebanyak 148.055 jiwa pada tahun 2024.
Penduduk tersebut tersebar di 15 kelurahan, 77 RW, dan 465 RT, dengan tingkat kepadatan mencapai sekitar 25.395 jiwa per kilometer persegi.
Baca juga: Strategi Camat Tallo Bangun Budaya Pilah Sampah
Di tengah kepadatan tersebut, denyut ekonomi masyarakat terus bergerak.
Aktivitas perdagangan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Tallo yang didukung ribuan pelaku usaha dari berbagai skala.
Data menunjukkan terdapat 2.777 pedagang yang beraktivitas di Kecamatan Tallo, mulai dari pedagang besar, menengah hingga pedagang kecil.
Salah satu pusat ekonomi masyarakat berada di Pasar Pannampu yang setiap hari dipadati pembeli dan pedagang dari berbagai wilayah di Makassar.
Pasar tradisional ini melayani kebutuhan masyarakat setiap hari.
Mulai dari bahan pangan, hasil perikanan, sayur-mayur, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga.
Selain sektor perdagangan, geliat usaha mikro juga tumbuh cukup pesat.
Sebanyak 1.634 pelaku UMKM tersebar di seluruh kelurahan.
Mayoritas bergerak pada sektor usaha mikro yang menopang perekonomian keluarga.
Tak hanya itu, sektor kuliner juga berkembang.
Sebanyak 289 restoran dan rumah makan menjadi bagian dari wajah ekonomi pesisir Tallo yang menawarkan beragam pilihan kuliner khas Makassar.
Baca juga: Profil Kecamatan Tallo, Tanah Tua Tempat Sejarah Makassar Bermula
Camat Tallo Andi Husni mengatakan potensi ekonomi yang dimiliki wilayahnya menjadi modal besar untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah kecamatan berupaya menghadirkan pelayanan dan pendampingan agar pelaku usaha terus berkembang.
"Potensi ekonomi Tallo sangat besar. Kami memiliki ribuan pedagang dan UMKM yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka mendapat dukungan melalui pembinaan, pelayanan yang cepat, dan kemudahan berusaha," ujar Andi Husni, Jumat (31/7/2026)
Di bidang pendidikan, Kecamatan Tallo juga memiliki infrastruktur yang cukup lengkap.
Terdapat 43 sekolah dasar, 12 sekolah menengah pertama, serta 17 SMA dan SMK yang menjadi tempat menimba ilmu bagi ribuan pelajar.
Sementara itu, layanan kesehatan masyarakat ditopang oleh tiga puskesmas, sejumlah klinik, serta jaringan apotek yang tersebar di berbagai kelurahan.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar bagi warga.
Andi Husni mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian pemerintah kecamatan.
Karena itu, sinergi dengan sekolah, puskesmas, hingga berbagai instansi terus diperkuat.
"Kami ingin pembangunan tidak hanya terlihat dari fisik, tetapi juga dari kualitas masyarakatnya. Pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga," katanya.
Semangat pelayanan juga terlihat dari aktivitas pemerintahan di tingkat kecamatan maupun kelurahan.
Berbagai program rutin dibahas bersama lurah untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.
Di Kantor Camat Tallo, koordinasi bersama seluruh lurah terus dilakukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Di sektor pariwisata, Tallo menyimpan kekayaan sejarah yang hingga kini tetap menjadi daya tarik.
Kawasan bekas pusat Kerajaan Tallo masih sering dikunjungi peneliti, wisatawan, hingga masyarakat yang melakukan ziarah budaya untuk mengenal lebih dekat jejak sejarah Makassar.
Selain wisata sejarah, wilayah pesisir Tallo juga memiliki potensi wisata bahari yang terus dikembangkan.
Letaknya yang berada di jalur pesisir utara Makassar membuka peluang besar bagi pengembangan destinasi berbasis budaya dan kawasan pesisir.
Andi Husni berharap seluruh potensi yang dimiliki Kecamatan Tallo dapat menjadi kekuatan untuk mendorong pembangunan yang lebih merata.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci menjaga identitas Tallo sebagai kawasan bersejarah yang terus tumbuh menjadi pusat ekonomi dan pelayanan publik.
"Tallo memiliki sejarah panjang, tetapi juga memiliki masa depan yang besar. Kami ingin menjaga warisan sejarahnya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan kualitas hidup masyarakat agar terus meningkat," tutup Andi Husni. (*)