TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Di bawah terik matahari yang menyengat, seorang pria tampak berdiri setia di pinggir Jalan Ali Anyang, Pontianak.
Sesekali pandangannya mengarah ke kendaraan yang melintas, berharap ada yang berhenti untuk melihat deretan bendera Merah Putih dan pernak-pernik kemerdekaan yang tersusun rapi di lapaknya.
Pria itu adalah Deddy (47), perantau asal Bandung yang setiap tahun datang ke Pontianak demi mencari rezeki musiman menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selama berada di Kota Khatulistiwa, ia menumpang tinggal bersama kerabatnya di Asrama Hidayat TNI.
Sudah sekitar sepekan Deddy membuka lapak di lokasi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Baginya, tempat itu bukan sekadar lokasi berjualan, tetapi juga menjadi saksi perjalanan selama kurang lebih 11 tahun menjajakan bendera dan aneka hiasan kemerdekaan.
"Setahun sekali saya ke Pontianak jualan bendera. Kalau di Bandung saya juga jualan di pasar, tapi khusus bendera ini memang musiman. Sekalian ikut meramaikan Hari Kemerdekaan. Kalau tidak jualan begini, mana mungkin saya bisa ke Pontianak setiap tahun. Hitung-hitung jualan sambil jalan-jalan," ujarnya saat ditemui TribunPontianak.co.id di lapak jualannya di Jl Alianyang Pontianak Selatan, Minggu 2 Agustus 2026.
• Sambut HUT Ke-81 RI, Bulog Kalbar Gelar Turnamen Tenis Lapangan dan Wujudkan Silaturahmi Lintas Usia
Di lapaknya tersedia berbagai ukuran bendera Merah Putih hingga beragam aksesori bernuansa kemerdekaan.
Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp300 ribu.
Seluruh barang dagangannya didatangkan dari Jawa Barat karena dinilai lebih terjangkau.
Namun, perjuangan mencari rezeki tidak selalu mudah.
Deddy mengaku harus sabar menunggu pembeli, terlebih kini penjualan belum seramai tahun-tahun sebelumnya.
Teriknya cuaca hingga hujan juga menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari.
"Yang penting sabar. Sekarang yang jualan sudah banyak, jadi harus bersaing. Dari siang sampai malam panas, kalau hujan juga tetap harus bertahan. Minggu ini baru ada dua sampai tiga pembeli per hari, belum terlalu ramai," katanya.
• Sambut HUT Ke-81 RI, Warga Perumahan Purie Residen Putussibau Kompak Pasang Merah Putih
Menurut Deddy, tahun ini ia juga terlambat membuka lapak.
Biasanya ia sudah mulai berjualan sejak bulan sebelumnya agar bisa menjangkau lebih banyak pembeli menjelang peringatan kemerdekaan.
Meski penjualan belum sesuai harapan, semangatnya tidak surut.
Ia berharap antusiasme masyarakat untuk memasang bendera dan pernak-pernik Merah Putih kembali meningkat sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.
"Harapan saya semoga masyarakat banyak yang beli. Namanya juga jualan bendera, setahun sekali. Harus meriah, harus semangat memeriahkan kemerdekaan," tuturnya penuh harap.
https://logohutri.istanapresiden.go.id/81
(*)