Daftar Nama Menteri Kabinet Bayangan Indonesia, Feri Amsari Jadi Mensesneg, Seskab Ahmad Jilul QF
Ardhi Sanjaya August 03, 2026 10:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Publik mulai menyoroti keberadaan Kabinet Bayangan Indonesia yang mengumumkan daftar 15 menteri beserta bidang tugas masing-masing.

Pembentukan Kabinet Bayangan ini, sebagai wadah pengawasan dan penyeimbang terhadap pemerintahan Prabowo Subianto melalui Kabinet Merah Putih.

Koalisi Masyarakat Sipil lintas sektor telah mengumumkan Kabinet Bayangan pada 27 Juli 2026, terdiri dari pakar hingga akademisi.

Satu di antaranya adalah pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari, menjadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

Dalam pernyataannya, Feri Amsari, mengatakan Kabinet Bayangan dibentuk untuk mengawasi kinerja pemerintah.

Menurutnya, satu menteri di Kabinet Bayangan bisa mengawasi enam sampai tujuh kementerian di Kabinet Merah Putih.

Itu artinya, kata Feri, kabinet bisa dibentuk tanpa perlu melantik puluhan menteri jika paham apa makna sebenarnya dari kata kabinet.

"Lima belas (menteri di Kabinet Bayangan) itu bahkan mengawasi seluruh postur kabinet yang ada. Satu menteri di kami akan mengawasi bahkan enam sampai tujuh kementerian di Kabinet Merah Putih," kata Feri dalam tayangan program ROSI di KompasTV, Kamis (30/7/2026).

"Itu sebagai bentuk kritik bahwa membangun kabinet bisa kecil, jika kemudian kita paham maksud kabinet," imbuhnya.

  • Profil Kabinet Bayangan Indonesia

Kabinet Bayangan ini dibentuk bukan sebagai tandingan pemerintah, melainkan untuk fungsi check and balances serta penyusun alternatif kebijakan berbasis bukti (evidence).

Nantinya, setiap 'menteri' Kabinet Bayangan akan menjadi counterpart langsung bagi menteri Kabinet Merah Putih dalam isu yang sama.

Kabinet Bayangan Indonesia ini, diinisiasi oleh Koalisi masyarakat sipil lintas sektor yang dipanitiai oleh Feri Amsari (Pakar Hukum Tata Negara) dan Ahmad Jilul QF (Masyarakat Transparansi Indonesia).

  • Target dan Tujuan:

Dalam pembentukannya, Kabinet Bayangan Indonesia ini, bertujuan untuk menjadi oposisi alternatif berbasis bukti, pengawas kredibel bagi pemerintah, sumber kebijakan terpercaya bagi publik. 

Adapun jangka pendek yang menjadi targetnya adalah mengisi kekosongan oposisi substantif dan menjadi rujukan media.

Kemudian, jangka menengah adalah membangun ekosistem teknokrat progresif dan menyiapkan alternatif kebijakan nasional.

Lantas apa yang akan dikerjakan oleh Kabinet Bayangan Indonesia?

Dikutip dari kabinetbayangan.id, ada sejumlah hal yang bakal dilakukan Kabinet Bayangan. 

Pertama, Riset dan analisis berbasis data merespons kebijakan pemerintah

Kedua, Catatan kebijakan, laporan, dan konten publik

Ketiga, Shadow Hearing, versi masyarakat sipil dari rapat DPR

Keempat, Dashboard Publik, pelacak janji pemerintah

Kelima, Alternative State of the Nation, review kondisi nyata Indonesia

  • Daftar Menteri

Panitia Seleksi Kabinet Bayangan resmi mengumumkan 15 'menteri' Kabinet Bayangan, Senin (27/7/2026), di Jakarta. 

Sebanyak 15 orang menjadi 'menteri' Kabinet Bayangan, terdiri dari para pakar dan akademisi.

Berikut ini 'menteri' Kabinet Bayangan beserta counterpart-nya di Kabinet Merah Putih:

1. Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Feri Amsari:

Mensesneg, Prasetyo Hadi;
Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman;
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari.

2. Sekretaris Kabinet (Seskab), Ahmad Jilul QF:

Seskab, Teddy Indra Wijaya.

3. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara, Armand Suparman:

Mendagri, Tito Karnavian;
Menko Polkam, Djamari Chaniago;
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo;
Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto.

4. Menteri Luar Negeri, Showan Al-Banna Choiruzzad:

Menlu, Sugiono.

5. Menteri Pertahanan, Surie Maharani:

Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin.

6. Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal, Khoirunnisa Nur Agustyati:

Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi;
Menteri HAM, Natalius Pigai.

7. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara, Yance Arizona:

Menko Hukum, Yusril Ihza Mahendra;
Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas;
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto;
MenPAN RB, Rini Widyantini;
Jaksa Agung, ST Burhanuddin.

8. Menteri Perekonomian, Media Wahyu Askar:

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto;
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang;
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Roslan Roeslani;
Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono;
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman;
Menteri Perdagangan, Budi Santoso;
Menteri BUMN, Dony Oskaria;
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana;
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky.

9. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran, Bhima Yudhistira Adhinegara:

Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa.

10. Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Iqbal Damanik:

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat;
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia;
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni;
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

11. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Iman Zanatil Haeri:

Menteri Dikdasmen, Abdul Mu'ti;
Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto;
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon;
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.

12. Menteri Riset, Teknologi, dan Digital, Nenden Sekar Arum:

Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto;
Menteri Komdigi, Meutya Hafid.

13. Menteri Kesehatan, Irma Hidayana:

Menkes, Budi Gunadi Sadikin.

14. Menteri Sosial dan Layanan Dasar, Nabiyla Risfa Izzati:

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf;
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar;
Menteri Kependudukan/BKKBN, Wihaji;
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli;
Menteri Pekerja Migran, Mukhtarudin;
Menteri PU, Dody Hanggodo;
Menteri Perumahan, Maruarar Sirait.

15. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan, Isnawati Hidayah:

Menko Pangan, Zulkifli Hasan;
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman;
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono;
Kepala BGN, Sudaryono.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Gilang P, Pravitri Retno W)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.