- Kantor Kepresidenan Korea Selatan Lee Jae Myung merespons pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto soal kesediaannya berkunjung ke Korea Utara dalam rangka membuka dialog perdamaian.
Dikutip dari Reuters pada Senin (3/8/2026), Seoul memandang Indonesia dan negara-negara lain yang memiliki hubungan baik dengan Korea Selatan maupun Korea Utara dapat memainkan peran konstruktif.
Peran yang dimaksud yakni mendorong terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea.
Kantor Presiden Lee juga mengatakan Korea Selatan terus mencari berbagai cara untuk bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Seoul serta Pyongyang.
Reuters juga menyoroti Indonesia yang selama ini dikenal menerapkan politik luar negeri bebas aktif dan memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Selatan maupun Korea Utara.
Posisi tersebut dinilai dapat menjadi modal bagi Jakarta untuk mengambil peran dalam mendorong komunikasi antara Seoul dan Pyongyang.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya untuk berkunjung ke Korea Utara jika diminta Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat mengumpulkan Kadin dan asosiasi pengusaha se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
"Kunjungan saya terakhir di Korea Selatan di Seoul, Presiden Korsel minta kepada saya, 'bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara, untuk membuka semacam dialog'. Oh saya bilang, 'dengan hormat, dengan rela kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat'," ujar Prabowo.