SERAMBINEWS.COM, KOTA BAKTI – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Ramdani Boy, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Bakti, Kabupaten Pidie, Minggu (2/8/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memantau pelaksanaan tugas serta mengevaluasi program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Dalam kunjungan itu, Ramdani Boy memastikan seluruh layanan pemasyarakatan berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), sekaligus mendorong optimalisasi program ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan.
Agenda diawali dengan peninjauan dapur Lapas untuk memastikan kebersihan dan kualitas layanan penyediaan makanan bagi warga binaan.
Baca juga: Kunjungi Lapas Kota Bakti, Pejabat Kanwil Aceh Cek Area Pembinaan hingga Klinik Warga Binaan
Pemeriksaan dilakukan mulai dari area pencucian, ruang penyimpanan bahan baku, hingga standar gizi menu harian yang disajikan.
"Pemenuhan hak dasar warga binaan, khususnya kelayakan dan kebersihan makanan, merupakan prioritas utama.
Dapur yang higienis dan makanan yang bermutu bukan hanya penting bagi kesehatan, tetapi juga menjadi faktor pendukung terciptanya situasi lapas yang aman, kondusif, dan harmonis," ujar Ramdani Boy.
Selanjutnya, rombongan meninjau area brandgang serta lahan pertanian produktif yang dikelola warga binaan di bawah pengawasan petugas.
Di lahan tersebut dibudidayakan berbagai tanaman hortikultura, seperti terong, tomat, dan sawi, yang hasilnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal maupun dipasarkan ke masyarakat.
Kakanwil juga mengunjungi area peternakan unggas dan ikut memanen telur ayam.
Saat ini, Lapas Kelas IIB Kota Bakti mengelola sekitar 150 ekor ayam petelur produktif sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan.
Ramdani Boy mengapresiasi jajaran Lapas Kota Bakti yang dinilai mampu memanfaatkan lahan terbatas menjadi kawasan produktif.
"Kerja keras dan kreativitas Kalapas beserta jajaran patut diapresiasi. Mereka mampu mengubah lahan yang terbatas menjadi area produktif.
Ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk terus berinovasi dalam membina warga binaan," katanya.
Bekal kembali ke masyarakat
Ia menegaskan, program pembinaan kemandirian seperti budidaya hortikultura dan peternakan ayam petelur perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan.
"Program ini harus terus dirawat dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Kami ingin warga binaan kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan praktis dan jiwa kewirausahaan sehingga mampu hidup mandiri setelah bebas," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Kota Bakti, Benny Muhammad, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan arahan dari Kanwil Ditjenpas Aceh terhadap berbagai program pembinaan yang dijalankan di lapas tersebut.
"Kunjungan dan apresiasi dari Bapak Kakanwil menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat deteksi dini keamanan, serta mengembangkan potensi warga binaan agar program ketahanan pangan ini memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat," ungkap Benny.
Kunjungan kerja tersebut berlangsung lancar dan diakhiri dengan peninjauan sejumlah fasilitas pembinaan.
Melalui program ketahanan pangan dan pelatihan keterampilan, Lapas Kelas IIB Kota Bakti terus berupaya menciptakan warga binaan yang lebih mandiri dan siap kembali berperan di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.