SURYA.co.id, SURABAYA – Lima jam terapung di tengah laut tanpa kepastian menjadi pengalaman yang tak akan dilupakan Arya (35), korban selamat kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Minggu (2/8/2026).
Dalam situasi yang menurutnya nyaris tanpa harapan, ia hanya bisa berserah sambil menanti datangnya pertolongan.
"Saat itu saya hanya bisa pasrah. Kalau memang bisa diselamatkan, alhamdulillah," ujar Arya saat ditemui di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8/2026).
Arya merupakan satu dari ratusan penumpang yang berhasil selamat dalam insiden tersebut.
Berdasarkan data sementara, dari total 236 penumpang, lima orang dinyatakan meninggal dunia.
Hingga Senin siang, sebanyak 234 orang telah berhasil dievakuasi, termasuk korban meninggal, sedangkan dua orang lainnya masih dalam pencarian.
Arya yang bekerja sebagai sopir ekspedisi menumpang kapal itu untuk menuju Palu dengan rencana transit di Makassar.
Ia mengaku kepulan asap pertama kali terlihat saat dirinya selesai sarapan. Asap berasal dari dek kendaraan dan dalam waktu singkat memicu kepanikan di antara para penumpang.
Baca juga: Proses Evakuasi KMP Mutiara Sentosa II di Sumenep, 9 Kapal Selamatkan 231 Penumpang
"Asapnya makin besar. Orang-orang mulai panik. Saya langsung memakai pelampung," katanya.
Ketika suhu kapal mulai terasa semakin panas, Arya memutuskan menyelamatkan diri dengan melompat dari bagian depan kapal.
"Saya akhirnya melompat dari bagian depan kapal karena sudah tidak memungkinkan bertahan di atas," ujarnya.
Setelah berada di laut, Arya hanya berusaha tetap mengapung sambil menunggu bantuan datang.
Beberapa penumpang lain juga terlihat melompat ke laut. Namun, sebagian di antaranya berhasil dievakuasi lebih dahulu.
Sekitar lima jam kemudian, Arya akhirnya berhasil diselamatkan tim evakuasi.
"Yang penting saya selamat. Tapi semua barang bawaan saya habis," ucapnya.
Kesaksian serupa disampaikan Reza, korban selamat lainnya. Ia mengatakan kepulan asap muncul sekitar pukul 07.00 WIB, bertepatan saat para penumpang sedang sarapan.
Situasi berubah kacau ketika sejumlah orang berlarian sambil mengambil alat pemadam api ringan (APAR).
"Saya lihat banyak orang lari ke bagian depan kapal. Karena panik, saya ikut melompat," kata Reza.
Wawancara dengan Reza tidak berlangsung lama karena petugas kepolisian meminta dirinya beristirahat.
Sementara itu, proses pencarian terhadap dua penumpang yang belum ditemukan masih berlangsung.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan data jumlah korban masih bersifat dinamis karena tim terus berkoordinasi dengan pemilik kapal untuk memastikan manifest penumpang.
"Data ini masih bisa berubah karena kami masih berkoordinasi dan menggali informasi dari pihak pemilik kapal," ujar Nanang.
Untuk mempercepat pencarian, KN SAR Permadi diberangkatkan dari Sumenep menuju lokasi kebakaran sejak Senin (3/8/2026) pagi.
Fokus pencarian sementara dilakukan di perairan sekitar lokasi kejadian dengan asumsi masih ada korban yang mengapung setelah melompat dari kapal.
Nanang menambahkan, kondisi kapal saat ini belum tenggelam. Api memang telah padam, namun kepulan asap masih terlihat.
"Prioritas pencarian saat ini dilakukan di perairan. Setelah itu, jika kondisi memungkinkan, tim akan melakukan penyisiran di dalam kapal," pungkasnya.