Bandara-bandara di Kanada kacau. WestJet, maskapai terbesar kedua di Kanada, membatalkan sekitar 600 penerbangan setelah ratusan pramugari melakukan aksi mogok kerja saat musim liburan.
Aksi mogok itu dimulai tepat ketika batas waktu pemberitahuan 72 jam berakhir pada Minggu (3/8/2026) pagi waktu setempat. Keputusan tersebut dilakukan setelah 99% anggota serikat pekerja menyatakan setuju untuk melakukan penundaan kerja demi menuntut hak-hak kesejahteraan mereka.
Dampaknya signifikan. Sebanyak lebih dari 130 rute destinasi domestik dan internasional lumpuh. Saat ini, manajemen WestJet menegaskan masih terus berupaya bernegosiasi.
"WestJet tetap berada di meja perundingan dan berkomitmen untuk mencapai kesepakatan sementara yang mengakui kontribusi penting serta profesionalisme dari awak kabin kami," pernyataan resmi maskapai yang berbasis di Calgary tersebut seperti dikutip dari Senin (3/8).
Maskapai dan serikat pekerja CUPE Local 8125 telah bernegosiasi sejak September 2025. Mereka mencari kesepakatan tentang sistem pengupahan kerja di daratMereka menilai selama ini telah bekerja tanpa upah saat pesawat belum benar-benar lepas landas.
"Proses masuknya penumpang, pemeriksaan keselamatan, membantu penumpang, hingga penundaan di darat sepenuhnya ditanggung dari kantong kami sendiri," pernyataan awak kabin melalui situs kampanye serikat pekerja.
Menurut serikat pekerja, awak kabin diperkirakan bekerja tanpa dibayar hingga 35 jam setiap bulannya untuk tugas-tugas di darat itu.
WestJet membela diri dengan menyatakan bahwa sistem pengupahan itu sudah sesuai dengan standar industri penerbangan di Amerika Utara. Yakni, bahwa perhitungan jam kerja dimulai sejak pesawat meninggalkan gerbang hingga tiba di gerbang tujuan.
"Kami telah menyatakan secara jelas apa yang perlu diubah dan kami telah bekerja keras untuk mencapai kesepakatan yang adil," kata Presiden Serikat Pekerja CUPE 8125, Alia Hussain.
Dia juga menekankan bahwa tujuan utama mereka sebenarnya adalah mencapai kesepakatan tanpa mengganggu perjalanan udara.
Sementara itu, manajemen WestJet mengklaim bahwa struktur gaji berkisar antara CAD 28 hingga CAD 58 (sekitar Rp 358 ribu hingga Rp 743 ribu) per jam sudah memperhitungkan tugas-tugas sebelum dan sesudah penerbangan.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, WestJet mengimbau para penumpang untuk memeriksa status penerbangan mereka secara berkala sebelum berangkat ke bandara. Manajemen maskapai juga memastikan bahwa penerbangan anak perusahaan (WestJet Encore) dan codeshare tidak akan terdampak.
Terkait dengan penumpang yang gagal terbang, aturan hukum penerbangan di Kanada mewajibkan maskapai untuk bertanggung jawab penuh.
"Semua tamu yang terdampak akan mendapatkan pengembalian dana atau diatur ulang jadwal penerbangannya sesuai ketentuan," penjelasan WestJet.
Sesuai regulasi di Kanada, jika penerbangan dibatalkan akibat aksi mogok, maskapai wajib memindahkan penumpang ke penerbangan berikutnya yang tersedia, baik menggunakan armada milik sendiri, maskapai mitra, maupun maskapai pesaing tanpa dikenakan biaya tambahan.
Bagi penumpang yang memilih untuk membatalkan perjalanan secara keseluruhan, WestJet juga diwajibkan memberikan pengembalian dana penuh serta menerbangkan mereka kembali ke kota asal secara gratis.





