TRIBUNJAMBI.COM – Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto kembali menguat.
Kabar tersebut turut mendapat tanggapan dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang mengaku telah mendengar isu tersebut dari berbagai sumber, termasuk media sosial.
Pernyataan itu disampaikan Amran usai menerima sejumlah organisasi kepemudaan di kediamannya baru-baru ini.
Dalam kesempatan itu, Amran lebih dulu menegaskan komitmennya membersihkan praktik mafia beras yang dinilainya merugikan masyarakat dan negara.
Ia mengatakan, upaya pemberantasan mafia harus dilakukan agar generasi penerus dapat melanjutkan pembangunan dengan sistem yang lebih baik.
"Kalau kita bekerja dengan baik, kita memberikan tongkat estafet kepada mereka-mereka. Dia melanjutkan perjuangan negara ini. Saya ini sudah umur 57. Udah tua. Mereka lanjutkan nanti. Kita gantian," ujar Amran.
Baca juga: 5 Sinyal Safari Politik Jokowi: Rawat Basis Massa dan Siapkan Poros 2029
Baca juga: Mendagri Ingatkan Gubernur Jangan Titip Kerabat Jadi Kadis Dukcapil, Seleksi Kini di Tangan Mendagri
Singgung Isu Reshuffle
Amran kemudian menyinggung masa jabatannya sebagai Menteri Pertanian yang menurutnya masih tersisa sekitar tiga tahun, apabila tidak terjadi perombakan kabinet.
Ia mengaku telah mendengar kabar mengenai reshuffle yang belakangan ramai diperbincangkan.
"Saya paling tinggal 3 tahun lagi. Kalau tidak reshuffle. Apalagi ada reshuffle bunyi-bunyi saya lihat dari medsos. Nggak tau dari mana," katanya.
Meski demikian, Amran mengaku tidak terlalu memikirkan isu tersebut.
Menurutnya, keputusan mengenai perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Fokus Berantas Mafia Beras
Amran menegaskan dirinya memilih fokus menjalankan tugas sebagai Menteri Pertanian, terutama dalam upaya memberantas mafia beras.
Ia memastikan akan terus bekerja selama masih mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo.
"Jadi sudah. Selama kami masih di (Kementerian) Pertanian, dipercaya Bapak Presiden. Tidak ada ruang bagi mafia dan koruptor. Aku beresin," tegas Amran.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto maupun Istana terkait kabar reshuffle Kabinet Merah Putih yang beredar di publik.