Sebut Lalai, Ini Alasan Utama Hiththan Hersya Mundur dari Presiden BEM KM Unmul Usai Bertemu Jokowi
Doan Pardede August 03, 2026 03:12 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Hiththan Hersya Putra memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Mulawarman (Unmul) setelah pertemuannya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menjadi sorotan publik.

Keputusan tersebut disampaikan melalui surat pernyataan yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Senin (3/8/2026).

Dalam pernyataan itu, Hiththan menyebut pengunduran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab atas kelalaiannya dalam menjaga kepekaan sebagai pemimpin organisasi mahasiswa.

Baca juga: Presiden BEM Unmul Ketemu Jokowi di Solo, Herdiansyah Hamzah: Sudah Menciderai Gerakan Mahasiswa

Pertemuan dengan Jokowi Jadi Sorotan

Sorotan terhadap Hiththan bermula ketika foto dirinya bersama Jokowi yang diambil pada 16 Juli 2026 beredar luas di media sosial.

Foto tersebut memicu beragam tanggapan publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai independensi BEM KM Unmul sebagai organisasi mahasiswa yang selama ini dikenal kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Menanggapi polemik tersebut, Hiththan menegaskan bahwa pertemuan itu merupakan kunjungan biasa dan tidak memiliki muatan politik.

Ia juga menjelaskan bahwa kedatangannya ke kediaman Jokowi di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, dilakukan sebagai warga negara, bukan dalam kapasitasnya sebagai Presiden BEM KM Unmul.

Bantah Ada Kepentingan Politik

Dalam surat pernyataannya, Hiththan memastikan tidak menerima fasilitas, uang, maupun bantuan dalam bentuk apa pun selama pertemuan tersebut.

Ia juga menegaskan tidak ada kesepakatan atau pembahasan yang dapat memengaruhi sikap organisasi mahasiswa yang dipimpinnya.

Menurut Hiththan, BEM KM Unmul tetap berdiri sebagai organisasi yang independen dan kritis terhadap seluruh penyelenggara negara tanpa memandang latar belakang maupun kedekatan personal.

"Saya menegaskan bahwa BEM KM Unmul tetap berdiri sebagai organisasi mahasiswa yang independen dan kritis," tulis Hiththan.

Ia menambahkan bahwa arah gerak organisasi selalu berpijak pada kepentingan rakyat dan prinsip keadilan.

Karena itu, BEM KM Unmul akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap seluruh pejabat publik tanpa kompromi.

Menurutnya, silaturahmi antarsesama warga negara tidak menghilangkan independensi sikap organisasi.

Ia juga menegaskan bahwa integritas organisasi tidak diukur dari siapa yang pernah ditemui, melainkan dari konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Akui Lalai dan Pilih Mundur

Meski meyakini tidak ada kepentingan apa pun dalam pertemuan tersebut, Hiththan mengakui kehadirannya bersama Jokowi merupakan bentuk kelalaian dalam menjaga kepekaan terhadap posisinya sebagai Presiden BEM KM Unmul.

Atas hal tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa, civitas akademika Universitas Mulawarman, serta masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan Timur.

"Atas kelalaian tersebut, saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa dan civitas akademika Universitas Mulawarman serta masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kalimantan Timur," tulisnya.

Hiththan menegaskan dirinya tetap berkomitmen menjaga independensi gerakan mahasiswa.

Menurutnya, kritik terhadap penyelenggara negara harus lahir dari posisi yang bersih dan tidak dipengaruhi oleh kedekatan dengan tokoh mana pun.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kelalaian tersebut, Hiththan akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Presiden BEM KM Unmul.

Ia menilai langkah tersebut merupakan bukti bahwa prinsip organisasi harus berlaku bagi seluruh anggotanya, termasuk pimpinan organisasi.

Baca juga: Merespons Teatrikal BEM Unmul, Kemenkumham Kaltim Ajak Kawal Isu Stunting hingga Disabilitas

"Saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Presiden BEM KM Universitas Mulawarman dan siap mempertanggungjawabkan diri di hadapan keluarga mahasiswa Universitas Mulawarman serta berkomitmen menjalani seluruh proses administrasi yang akan dihadapi ke depan," tulisnya.

Hiththan menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan merupakan bentuk kekalahan, melainkan upaya menjaga konsistensi terhadap nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan.

"Pengunduran diri ini bukanlah sebuah kekalahan, melainkan sebagai wujud konsistensi bahwa prinsip yang kami perjuangkan berlaku untuk siapa saja, tanpa terkecuali untuk diri saya sendiri," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.