Ternyata Ini Hubungan Pelaku dan Korban yang Tewas Penikaman Saat Tawuran di Amurang Timur Minsel
Dewangga Ardhiananta August 03, 2026 03:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penikaman yang terjadi saat tawuran antarkelompok di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mengungkap fakta bahwa terduga pelaku, Nofry J. Piay alias Nonong, masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban, Varry S.M. Repi.

Kasat Reskrim Polres Minsel, Iptu Stefi Sumolang, membenarkan bahwa pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga.

"Masih saudara, ayah korban dan ayah pelaku ini masih saudara sepupu," ujarnya kepada Tribun Manado, Senin (3/8/2026).

Menurut Iptu Stefi, fakta tersebut terungkap setelah ayah korban mendatangi pelaku di rumah tahanan Polres Minahasa.

"Ayah korban sudah datang berbicara langsung dengan pelaku di tahanan," katanya.

Saat ini, penyidik masih melanjutkan pemeriksaan terhadap pelaku.

"Kita proses sampai selesai dan pelaku akan dihukum sesuai dengan perbuatannya," pungkas Iptu Stefi.

Pelaku serahkan diri

Setelah dilakukan pengejaran selama dua hari, terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dalam insiden tawuran antarkelompok di Kecamatan Amurang Timur, Minsel, Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Terduga pelaku diketahui bernama Nofry J. Piay alias Nonong. 

Ia menyerahkan diri di Mapolres Minahasa Selatan pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 18.30 Wita.

Kasus tersebut berkaitan dengan peristiwa penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Varry S.M. Repi, yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di depan Kafe Kopi Singgah, Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang Timur, pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 01.00 Wita.

Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan Iptu Stefi Sumolang saat dikonfirmasi Tribun Manado via telepon membenarkan hal ini.

“Saat menyerahkan diri, terduga pelaku membawa sebuah tas. Namun, barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut tidak lagi berada dalam penguasaannya,” tutur Kasat Reskrim. 

Menurut Kasat, berdasarkan keterangan awal kepada penyidik, terduga pelaku mengaku telah membuang barang bukti setelah kejadian. 

Ia mengaku tidak lagi mengingat lokasi tempat barang bukti tersebut dibuang karena saat itu berada dalam kondisi panik dan ketakutan usai peristiwa tersebut.

Saat ini, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Minahasa Selatan. 

Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi dan fakta-fakta dalam kasus tersebut

“Selain melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, penyidik juga terus melakukan pencarian terhadap barang bukti yang diduga digunakan dalam peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Polres Minahasa Selatan masih terus mendalami kasus tersebut untuk melengkapi proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Kronologi tawuran

Varry Semuel Marco Repi seorang pemuda yang tewas dalam tawuran antarkelompok anak muda di Amurang Timur, Kabupaten Minsel, Sulut.

Peristiwa yang menghebohkan warga ini terjadi pada Jumat (31/7/2026) dini hari sekira pukul 01.00 WITA.

Bentrokan ini melibatkan dua kelompok yakni kelompok dari Kelurahan Bitung dan kelompok dari Kelurahan Ranomea.

Awalnya, kedua kelompok terlibat aksi saling lempar batu yang kemudian berujung pada bentrok fisik.

“Berawal dari saling lempar batu karena ada masalah setelah itu lanjut ke bentrok fisik,” tutur Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan Iptu Stefi Sumolang saat dikonfirmasi Tribun Manado via telepon.

Kata Kasat, dalam dalam insiden tersebut, Varry mengalami luka tikam di bagian dada sebelah kiri.

Korban ditemukan dalam kondisi terluka dan bersimbah darah.

Hingga saat ini, pelaku penikaman masih belum diketahui identitasnya.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Kita masih meminta keterangan para saksi-saksi untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya tawuran ini,” tuturnya.

Kasat menambahkan saat ini anggota dari Polres Minsel masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi tawuran susulan.

“Anggota masih siaga di lokasi untuk melakukan pengamanan pasca tawuran,” pungkasnya.

Tepatnya kejadian ini terjadi di depan Kafe Kopi Singgah, Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Jumat (31/7/2026).

Peristiwa yang menghebohkan warga ini terjadi sekitar pukul 01.00 WITA.

Aksi tawuran ini melibatkan dua kelompok anak muda di Kelurahan Ranomea dan Bitung Amurang.

Dalam insiden tersebut, seorang pemuda bernama Varry Semuel Marco Repi.

Korban Varry merupakan warga di Kelurahan Ranomea.

Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan Iptu Stefi Sumolang mengungkapkan korban diduga ditikam oleh orang tak dikenal.

Pasalnya, ada bekas luka tikam di bagian dada sebelah kiri.

Bahkan korban ditemukan dalam kondisi terluka dan bersimbah darah. 

Hingga saat ini, pelaku penikaman masih belum diketahui identitasnya.

“Korban meninggal karena ditikam,” jelas Kasat.

Menurutnya, korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tidak dapat diselamatkan.

“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” pungkasnya.

Gegerkan warga

Insiden tersebut menggegerkan warga setempat dan memicu perhatian aparat keamanan.

Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan Iptu Stefi Sumolang saat dikonfirmasi via telepon.

“Bener tawuran kecil-kecil antara anak muda saja,” tutur Kasat. 

Menurutnya, satu orang meninggal dunia akibat peristiwa ini.

“Ada yang meninggal dunia,” jelasnya.

Kata dia, saat ini anggota masih berada di lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan penyelidikan. 

Warga diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta tidak menyebarkan foto maupun video yang dapat memperkeruh suasana.

“Untuk kronologi lengkapnya kita masih melakukan penyelidikan saat ini,” pungkasnya.

(TribunManado.co.id/Fer)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.