Gunung Mangkol Hadirkan Wisata Alam, Edukasi Konservasi, dan Pengalaman Melihat Mentilin
Tribun-video August 03, 2026 04:42 PM

- Di Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Gunung Mangkol menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman menyatu dengan alam.

Hamparan hutan tropis yang masih terjaga, aliran sungai yang jernih, air terjun alami, serta jalur trekking yang menantang menjadikan kawasan ini sebagai tujuan favorit bagi pencinta wisata alam di Bangka Belitung.

Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari pengalaman wisata. Jalan yang membelah kawasan hutan menghadirkan suasana tenang, ditemani udara sejuk dan gemericik aliran air yang menemani langkah pengunjung.

Sesampainya di kawasan wisata, panorama pepohonan rindang dan lingkungan yang masih alami langsung menyambut setiap wisatawan.

Salah satu daya tarik utama Gunung Mangkol adalah air terjun alami yang berada di dalam kawasan hutan.

Untuk mencapainya, pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalur trekking yang telah disiapkan pengelola.

Sepanjang perjalanan, wisatawan disuguhi pemandangan hutan, bebatuan besar, hingga aliran sungai yang mengalir jernih.

Setibanya di air terjun, kolam alami yang terbentuk menjadi tempat favorit untuk berenang maupun sekadar menikmati kesejukan alam.

Pengelola Wisata Alam Gunung Mangkol, Komang, mengatakan kawasan tersebut dibuka setiap hari agar masyarakat dapat menikmati keindahan alamnya.

"Kalau buka kami tiap hari. Air terjun di sini terbentuk secara alami. Kami hanya membuat bak penampungan agar wisatawan tidak hanya dapat menikmati air terjun, tetapi juga berenang dan berendam," ujarnya.

Menurut Komang, Gunung Mangkol awalnya dikembangkan sebagai kawasan konservasi untuk menjaga kelestarian hutan dan sumber air.

Seiring waktu, kawasan tersebut mulai dikenal masyarakat hingga berkembang menjadi destinasi wisata alam.

"Awalnya kami datang ke sini untuk melakukan konservasi. Tahu-tahu banyak wisatawan yang datang, akhirnya kami menjaga keamanan dan keselamatan mereka selama berwisata," katanya.

Selain wisata siang, Gunung Mangkol juga menawarkan wisata malam berbasis edukasi dengan sistem reservasi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dapat berkemah, mengikuti sesi berbagi pengetahuan tentang alam, sekaligus mengamati Mentilin (Cephalopachus bancanus bancanus), primata endemik Bangka Belitung, langsung di habitat alaminya.

"Kami menyediakan kegiatan pengamatan Mentilin dan beberapa satwa yang aktif pada malam hari. Jadi wisatawan bisa melihat Mentilin langsung di alam," jelas Komang.

Tak hanya kaya akan keanekaragaman hayati, kawasan ini juga memiliki nilai sejarah.

Di dalam kawasan wisata masih berdiri bangunan Belanda yang dibangun pada 1927 dan selesai pada 1935 sebagai bagian dari sistem penyediaan air baku untuk Pangkalpinang.

Jejak sejarah tersebut menjadi pelengkap daya tarik Gunung Mangkol selain keindahan alam dan kegiatan konservasinya.

Untuk menikmati kawasan wisata, pengunjung dikenakan retribusi berdasarkan jenis kendaraan, yakni Rp5.000 untuk sepeda motor, Rp10 ribu untuk mobil, dan sekitar Rp20 ribu untuk kendaraan rombongan.

Komang berharap setiap pengunjung ikut menjaga kelestarian kawasan agar keindahan alam Gunung Mangkol tetap terpelihara.

"Pesan kami sederhana, mari jaga alam. Kalau hutannya tetap lestari, sumber air akan tetap terjaga dan kekayaan alam Bangka masih bisa dinikmati anak cucu kita nanti," tutupnya.

Dengan perpaduan panorama alam, air terjun, jalur petualangan, wisata edukasi, konservasi, hingga jejak sejarah, Gunung Mangkol menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga mengajak pengunjung lebih mengenal dan menjaga kekayaan alam Bangka Belitung.(*)

Program: Local Experience
Editor: Magang Ayu Ariana Lailatul Khotimah

#GunungMangkol #BangkaTengah #BangkaBelitung #WisataBangka #PesonaBangka #ExploreBangka #WonderfulIndonesia #WisataAlam #AirTerjun #HutanMangrove #Mentilin #SatwaEndemik #Ekowisata #JelajahAlam #LiburanIndonesia

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.