Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Ribuan mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) tampak fokus dan antusias mengikuti jalannya Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UI Tahun 2026 di Gedung Balairung, Senin (3/8/2026).
Suasana khidmat dan penuh perhatian menyelimuti aula saat Rektor UI, Heri Hermansyah, menyampaikan pidato sambutan di hadapan para peserta.
Para mahasiswa baru menyimak dengan cermat saat rektor membagikan kenangannya ketika pertama kali menginjakkan kaki di UI sebagai mahasiswa asal daerah.
Baca juga: Buka Era Baru Kuliner Kampus, Universitas Indonesia Sulap Kantin Vokasi Jadi Zona Halal Terpadu
"Universitas ini, kalau bagi saya yang dari daerah, ibarat surga karena segala ada untuk belajar, berkawan, hingga mendapatkan jodoh," ujar Heri Hermansyah yang disambut senyum para peserta.
Fokus peserta semakin tercurah ketika Rektor mengingatkan besarnya potensi jejaring pertemanan yang mereka miliki sejak hari pertama kuliah.
"Satu angkatan saja ada 10.000 orang, artinya kalian punya pasukan 10.000 orang untuk saling bekerja sama dan bahu-membahu," katanya.
Para mahasiswa baru juga diingatkan untuk cermat melihat peluang berinteraksi dengan total 70.000 mahasiswa dari berbagai angkatan sebagai modal sosial di masa depan.
Dalam suasana yang makin hening penuh konsentrasi, rektor membagikan tiga bekal utama yang wajib dibangun mahasiswa, yakni mengisi kepala, hati, dan tangan.
"Pertama, isilah kepala kalian dengan ilmu pengetahuan untuk mendalami bidang masing-masing serta melatih kemampuan berpikir kritis berbasis bukti," tuturnya.
Peserta PKKMB UI 2026 juga mencatat pesan mendalam tentang pentingnya menjaga integritas, kejujuran, dan ketangguhan mental di tengah tekanan perkuliahan.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang kritis tidak hanya datang membawa jawaban, tetapi juga berani mengajukan pertanyaan yang tepat terhadap persoalan di sekitarnya.
"Ketiga, isi tangan dengan kekuatan dengan cara menjaga kesehatan tubuh serta menunjukkan kesediaan untuk bekerja nyata," lanjut Heri.
Seluruh perhatian mahasiswa baru tertuju pada penegakan nilai bahwa niat baik dan ilmu pengetahuan baru berdampak nyata jika diwujudkan dalam tindakan disiplin. (m38)