TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menjawab kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang.
Salah satunya melalui pelatihan dan sertifikasi profesi 3D Modeling Artist, yang kini menjadi salah satu profesi paling dibutuhkan di era transformasi digital.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta melalui Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4EK) menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Ekonomi Kreatif Skema 3D Modeling Artist Tahun 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta terpilih dan berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Selanjutnya, para peserta akan mengikuti Uji Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada 5 Agustus 2026 di Sparks Life Jakarta, Jakarta Barat.
Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, mengatakan perkembangan pesat industri animasi, gim, film, periklanan hingga visualisasi arsitektur membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja kreatif yang kompeten semakin tinggi.
Ia menyebut profesi 3D Modeling Artist kini memiliki peran strategis dalam menghasilkan karya visual tiga dimensi yang bernilai ekonomi.
"Lewat pelatihan berbasis standar kompetensi ini, Pemprov DKI Jakarta ingin memastikan SDM ekonomi kreatif kita tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki daya saing yang kuat di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya, Senin (3/8).
Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4EK) DKI Jakarta, Endrati Fariani, menjelaskan penyelenggaraan pelatihan dilakukan bekerja sama dengan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) serta LSP Animasi Kreatif Indonesia.
Program pelatihan menggunakan kurikulum yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang animasi.
Materi yang diberikan meliputi teknik pemodelan hard surface dan organic, UV mesh, texturing, lighting, shading, rendering, skinning, hingga perspektif Jakarta Kota Inklusif Ramah Disabilitas.
Endrati menuturkan pendaftaran peserta telah dibuka secara daring pada 2-19 Juli 2026.
Sebanyak 30 peserta terbaik dipilih melalui proses seleksi administrasi dan pre-test.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran teori, praktik, hingga evaluasi akhir sebelum mengikuti Uji Kompetensi BNSP sebagai syarat memperoleh sertifikat kompetensi.
"Program yang dibiayai melalui APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta siap kerja yang siap mendukung pengembangan konten digital, visualisasi destinasi wisata, hingga promosi multimedia interaktif di DKI Jakarta," tandasnya.
Melalui program tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap semakin banyak talenta kreatif yang siap bersaing di industri ekonomi kreatif, sekaligus mendukung pengembangan sektor animasi, gim, film, dan berbagai industri digital yang terus berkembang.