Brawijaya Hospital Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Lewat Inovasi Teknologi
GH News August 03, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Perkembangan teknologi digital terus mengubah berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan. Untuk menjawab ini, Brawijaya Hospital terus mendorong transformasi layanan melalui penerapan berbagai inovasi teknologi.

Chief Commercial Officer Brawijaya Hospital Group, drg Hestiningsih, SE, MARS mengatakan langkah ini dinilai krusial guna menjawab kebutuhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan yang modern.

Beberapa layanan midern Brawijaya Hospital meliputi operasi jantung minim invasif tanpa membelah tulang dada, terapi ablasi sebagai standar emas penanganan aritmia, hingga layanan fertilitas modern melalui Benih IVF Center.

"RS Brawijaya terus meningkatkan mutu dan pelayanan dengan meluncurkan inovasi-inovasi terbaru di bidang kesehatan. Selain itu, kami juga akan terus berekspansi dengan berencana membuka beberapa rumah sakit di beberapa tempat," ujar Hestiningsih dalam acara edukasi kesehatan bertajuk "Saving Time, Saving Organ, Saving Future", Kamis (30/7/2026).

Operasi Jantung di Brawijaya Hospital

Salah satu inovasi yang menjadi unggulan adalah layanan Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS).

Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular Dr dr Ismail Dilawar, MARS, Sp.BTKV, Subsp.JD(K) menjelaskan teknik tersebut memberikan banyak keuntungan bagi pasien, mulai dari rasa nyeri yang lebih ringan, risiko infeksi lebih rendah, hingga masa rawat yang jauh lebih singkat.

"Pasien tidak lagi harus dibelah tulang dada. Kami hanya menggunakan sayatan kecil di sisi kanan dada, bahkan di bawah ketiak, dengan bantuan kamera. Operasi menjadi lebih kecil, pemulihan lebih cepat, pasien lebih cepat pulang dan kembali bekerja," jelasnya.

Teknologi MICS dapat diterapkan untuk berbagai kasus seperti penyakit jantung koroner, gangguan katup jantung, hingga penyakit jantung bawaan (PJB).

Prosedur Ablasi untuk Aritmia

Layanan unggulan lain yang bisa ditemukan di Brawijaya Hospital adalah pengobatan aritmia dengan prosedur ablasi.

Ini adalah tindakan medis minimal invasif untuk mengatasi gangguan irama jantung (aritmia) atau nodul tiroid dengan cara menghancurkan jaringan abnormal menggunakan energi panas, dingin, atau kimia.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan subspesialisasi Kardiovaskular (KKV) Brawijaya Hospital Saharjo dr Simon Salim, SpPD-KKV, AIFO, FINASIM, FACP, FICA menjelaskan bahwa aritmia atau gangguan irama jantung merupakan penyakit yang dapat menimbulkan keluhan ringan hingga menyebabkan henti jantung mendadak.

"Kalau targetnya sembuh atau sembuh, maka golden standard-nya adalah ablasi. Obat hanya menekan, tetapi tidak menghilangkan sumber gangguannya," ujarnya.

Benih IVF Centre Brawijaya Hospital

Tidak hanya memperkuat layanan jantung, Brawijaya Hospital juga menghadirkan Benih IVF Center,, yakni pusat layanan fertilitas yang menggabungkan teknologi bayi tabung modern, pendekatan personal, serta didukung tenaga ahli berpengalaman.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas dr Niken P. Pangastuti, SpOG, Subsp.FER, mengungkapkan Benih IVF Center mencatat tingkat keberhasilan hingga 66,7 persen pada pasien berusia 41-42 tahun melalui prosedur Frozen Embryo Transfer (FET) sejak tahun 2024.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.