Komunitas Ruang Baca Buka Lapak di Lapangan Merdeka Langsa, Gugah Semangat Membaca Gen Z
Saifullah August 03, 2026 08:23 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Minat generasi muda masa kini atau Gen Z terhadap buku fisik ternyata masih tergolong tinggi di tengah gempuran teknologi digital.

Hal itu diutarakan Aina Rafa, Ketua Komunitas Ruang Baca Langsa usai menggelar lapak baca gratis di Lapangan Merdeka, Kota Langsa, Minggu (2/8/2026) sore.

Menurut Aina, anggapan bahwa generasi saat ini sepenuhnya meninggalkan buku cetak tidak sepenuhnya akurat. 

Di lapangan, ia menemukan bahwa remaja dan anak-anak tetap memiliki ketertarikan kuat untuk membaca.

Namun seringkali terkendala oleh minimnya ketersediaan bahan bacaan yang menarik.

"Untuk sekarang, generasi Gen Z itu sendiri sebenarnya cukup tertarik membaca buku,” katanya. 

“Hanya saja, mereka kekurangan bahan bacaan. Artinya, buku fisik masih sangat relevan saat ini," ujar Aina, Senin (3/8/2026).

Baca juga: Komunitas Baca Bireuen Lakukan Preservasi Manuskrip Peninggalan Tgk H. Usman Maqam di Geurugok

Kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari Minggu ini melibatkan aktivitas membaca aktif selama 30 menit. 

Setelah membaca, para pengunjung diajak untuk menceritakan kembali isi buku dan berdiskusi mengenai poin-poin yang telah mereka serap.

Gerakan literasi swadaya ini telah berjalan secara konsisten selama hampir sembilan tahun.

Aina mencatat, pihaknya telah menggelar lapak baca sebanyak ratusan kali dengan sasaran utama anak-anak usia delapan tahun ke atas.

Lokasi terbuka seperti Lapangan Merdeka dipilih untuk memfasilitasi anak-anak yang kesulitan mendapatkan akses buku berkualitas di lingkungan tempat tinggalnya.

"Menariknya, yang datang tidak hanya anak-anak dari keluarga yang berkunjung ke lapangan, tetapi juga anak-anak dari para pedagang yang berjualan di sekitar sini," tambahnya.

Meski konsisten, komunitas ini masih menghadapi hambatan besar terkait pembaruan koleksi buku. 

Saat ini, seluruh buku yang tersedia berasal dari donasi anggota dan masyarakat. 

Aina mengakui bahwa pengunjung lama sering kali merasa jenuh karena bahan bacaan yang tersedia belum banyak bertambah.

Baca juga: Penelitian Mahasiswa UB Ungkap Fakta Gen Z di Dunia Kerja, Tak Sekadar Mudah Resign

Hingga kini, Komunitas Ruang Baca Langsa belum mendapatkan perhatian atau dukungan fasilitas dari Pemerintah Kota (Pemko) Langsa. 

Aina berharap pemerintah dapat mendukung pengadaan buku.

Sementara pihaknya berkomitmen untuk terus menyumbangkan tenaga dalam mendampingi anak-anak belajar membaca.

Kebutuhan akan pendampingan literasi ini terlihat pada sosok Zahara (12), siswi kelas 6 SD yang menjadi salah satu pengunjung setia. 

Meski rutin berkunjung dan menyukai buku cerita seperti "Pangeran Raja Kodok", Zahara mengaku masih kesulitan membaca secara lancar.

"Saya sering ke sini, ingin sekali bisa membaca. Di rumah dulu ada buku, tapi sudah hilang dibawa banjir semua,” ungkapnya. 

“Sekarang saya belajar membaca diajarin sama kakak-kakak di sini," tutur Zahara.

Kisah Zahara mencerminkan realitas di lapangan bahwa selain akses buku, pendampingan langsung masih sangat dibutuhkan oleh anak-anak usia sekolah dasar. 

Ke depan, Komunitas Ruang Baca Langsa menargetkan untuk memperluas jangkauan kegiatan hingga ke sekolah-sekolah dan titik publik lainnya di seluruh Kota Langsa agar akses literasi semakin terbuka lebar.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.