Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Ketika perbaikan dari pemerintah belum juga terealisasi, masyarakat memilih bertindak sendiri.
Warga Desa Air Kati, Kecamatan Padang Ulak Tanding bersama warga Desa Suka Karya, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong mengumpulkan dana swadaya. Hasilnya terkumpul sebesar Rp 26 juta untuk memperbaiki Jembatan Sungai Lingar yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.
Dana tersebut digunakan untuk mengganti lantai jembatan yang sebelumnya terbuat dari papan kayu menjadi besi agar lebih kuat dan aman dilintasi kendaraan.
Perbaikan dilakukan secara gotong royong pada Minggu (2/8/2026) dengan melibatkan sekitar 170 warga dari dua desa serta masyarakat sekitar lainnya.
Jembatan Sungai Lingar memiliki panjang sekitar 20 meter dengan lebar 4 meter. Selama bertahun-tahun, lantai jembatan yang menggunakan papan kayu harus berkali-kali diperbaiki karena sering mengalami kerusakan.
Kepala Desa Air Kati, Sapton Kelvin, mengatakan seluruh biaya pembelian material berasal dari swadaya masyarakat.
Tidak hanya warga Desa Air Kati dan Desa Suka Karya, sejumlah pemilik kebun dan pelaku usaha di sekitar wilayah tersebut juga ikut menyumbangkan dana.
"Uang yang terkumpul sebanyak Rp26 juta. Kami gunakan untuk membeli besi dan kebutuhan lainnya untuk perbaikan jembatan,"jelas Sapton kepada TribunBengkulu.com pada Senin (3/8/2026).
Menurutnya, setelah dana terkumpul hanya dalam satu hari, masyarakat langsung bergotong royong memasang material besi, termasuk melakukan pengelasan di atas badan jembatan.
"Semua bergerak bersama. Warga Air Kati, Suka Karya dan masyarakat sekitar ikut bergotong royong memperbaiki jembatan ini,"jelasnya.
Sapton menjelaskan, kondisi lantai jembatan sebelumnya sudah mengalami kerusakan cukup parah sehingga membahayakan pengguna jalan.
Bahkan, beberapa kali kendaraan dilaporkan terperosok karena lantai kayu amblas saat dilintasi.
"Paling parah kejadian sebelum itu sampai ada mobil yang terperosok, sehingga warga sendiri yang meminta untuk swadaya dari pada menunggu perbaikan dari pemda yang belum pasti,"ungkapnya.
Akses Utama Anak Sekolah dan Hasil Pertanian
Keberadaan Jembatan Sungai Lingar dinilai sangat vital bagi aktivitas masyarakat.
Selain menjadi jalur utama menuju kebun atau lahan pertanian, jembatan tersebut juga digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian serta menjadi akses anak-anak menuju sekolah.
Karena pentingnya fungsi jembatan tersebut, masyarakat memilih tidak menunggu lebih lama dan melakukan perbaikan secara mandiri.
Sapton mengakui langkah swadaya yang dilakukan masyarakat bukan berarti mereka tidak membutuhkan bantuan pemerintah.
Justru sebaliknya, warga berharap pemerintah daerah dapat segera membangun jembatan permanen agar persoalan kerusakan tidak terus berulang.
"Kami berharap pembangunan jembatan dan jalan ini sudah dari puluhan tahun lalu, Harapan kami tentu dibangun permanen dan jalannya juga dihotmix," katanya mewakili masyarakat.
Selain memperbaiki jembatan, masyarakat juga secara swadaya menimbun beberapa ruas jalan yang berlubang menggunakan koral dan pengecoran sederhana agar kendaraan tetap dapat melintas.
Warga: Jangan Sekadar Ganti Lantai, Kami Butuh Jembatan Permanen
Salah seorang warga, Andi, mengatakan kondisi jembatan selama ini membuat masyarakat waswas setiap kali melintas.
Menurutnya, kerusakan lantai jembatan sering menyebabkan kendaraan terjebak hingga terperosok.
"Kalau masih pakai papan, memang sering rusak. Sudah beberapa kali kendaraan terperosok karena lantainya amblas. Kami berharap pemerintah membangun jembatan permanen, bukan hanya mengganti lantainya saja,"keluhnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Yuni (36).
Ia mengatakan akses tersebut menjadi satu-satunya jalur penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Termasuk mengantar dan menjemput anaknya yang masih sekolah.
"Kalau jembatan ini rusak, aktivitas warga ikut terganggu. Anak sekolah lewat sini, petani membawa hasil panen juga lewat sini. Mudah-mudahan pemerintah bisa memberikan perhatian karena ini akses yang sangat vital,"harapnya.
Perbaikan yang dilakukan secara swadaya akhirnya membuat Jembatan Sungai Lingar kembali dapat dilintasi dengan kondisi lantai yang lebih kuat menggunakan besi.
Namun masyarakat menilai perbaikan tersebut hanya menjadi solusi sementara. Mereka tetap berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen beserta peningkatan kualitas jalan menuju kawasan tersebut agar mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih aman dan lancar.