BPMP Sultra Soal SDN 13 Lasusua Kolaka Utara Baru Diusulkan Revitalisasi Usai Viral Dinding Bolong
Sitti Nurmalasari August 03, 2026 08:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap alasan SDN 13 Lasusua di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) baru diusulkan sebagai penerima program revitalisasi setelah kondisi bangunannya viral di media sosial.

Sekolah yang berada di Dusun Tobau, Desa Batu Ganda, Kecamatan Lasusua itu menjadi sorotan karena sebagian ruang kelasnya masih berlantai tanah.

Selain itu berdinding kayu, dan kalsiboard yang telah bolong.

SDN 13 Lasusua berjarak sekira 10 kilometer (km) dari Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolaka Utara.

Kantor dinas ini berada di Kompleks Perkantoran Pemda, Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua.

Baca juga: Viral SDN 13 Lasusua Kolaka Utara Dinding Bolong dan Beralas Tanah, Kepsek: Bakal Dibenahi Tahun Ini

Sementara jarak Desa Batu Ganda dengan Kendari, ibu kota Provinsi Sultra sekira 309 kilometer, waktu tempuh darat kurang lebih 7 hingga 9 jam.

Kepala BPMP Sultra, Junaiddin Pagala, mengatakan sekolah tersebut belum masuk dalam sasaran revitalisasi sebelumnya, karena data pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tidak diperbarui secara berkala.

Menurutnya, yang tidak melakukan pembaruan data selama tiga hingga lima tahun, kondisi bangunan yang sebenarnya tidak terekam dalam sistem.

“Banyak sekolah yang tiga sampai lima tahun tidak memperbarui Dapodik. Akibatnya, kondisi sekolah tidak terbaca dengan baik. Jadi sasaran revitalisasi diutamakan ke sekolah yang telah update data,” kata Junaiddin, Senin (3/8/2026).

Ia menyampaikan, Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menemukan sekolah yang telah menerima Dana Alokasi Khusus (DAK), tetapi tidak memperbarui data di Dapodik setelah pembangunan selesai.

Baca juga: Ironi Kondisi SDN 13 Batuganda Kolaka Utara Rusak Berat, Hanya 10 Km dari Kantor Dinas Pendidikan

Kondisi tersebut membuat data menjadi tidak akurat dan berpotensi memengaruhi penetapan prioritas bantuan.

Karena itu, pemerintah pusat kini menjadikan pembaruan Dapodik sebagai salah satu dasar penentuan sasaran revitalisasi.

“Pusat tidak ingin lagi salah sasaran. Yang diprioritaskan adalah sekolah dengan kondisi rusak berat atau sudah tidak layak digunakan. Makanya Dapodik harus rutin diperbarui, minimal setahun sekali, bahkan lebih baik setiap enam bulan,” ujarnya.

Junaiddin menyebut, setelah kondisi SDN 13 Lasusua viral, BPMP Sultra bersama Dikbud Kolaka Utara langsung mengirim tim untuk melakukan verifikasi lapangan.

Tim memastikan kondisi sekolah sesuai dengan informasi yang beredar, yakni masih terdapat ruang kelas berlantai tanah, berdinding kayu, serta kalsiboard yang sudah bolong.

Baca juga: 105 Laptop Dell dan Thinkpad Dilelang Mulai Rp3,7 Jutaan, Bekas Ujian CAT Sekolah Rakyat di Kendari

Berdasarkan usulan tersebut, BPMP Sultra menerbitkan rekomendasi kepada pemerintah pusat. 

Saat ini, SDN 13 Lasusua telah masuk dalam daftar sasaran program revitalisasi tahun 2026.

“Untuk mencegah persoalan serupa terulang, BPMP Sultra kini melakukan pendampingan kepada sekolah-sekolah agar rutin memperbarui seluruh data pada Dapodik, termasuk kondisi bangunan, sarana prasarana, dan daya listrik,” pungkasnya.

Baca juga: Siswa SMK di Kendari Jadi Korban Lemparan Batu OTK Sepulang Sekolah, Pelipis dan Hidung Luka

Ruang kelas yang berlantai tanah tersebut juga tampak berdinding kayu, serta kalsiboard yang telah bolong.

Kemudian, keterbatasan ruang belajar membuat siswa kelas I dan kelas II harus mengikuti proses belajar mengajar di ruangan yang sama. 

Meski demikian, para siswa tetap bersemangat mengikuti pembelajaran setiap hari.

Sekolah tersebut memiliki delapan guru dan seorang kepala sekolah. 

Namun, akses menuju sekolah yang berada di kawasan pegunungan ini hanya dapat dilalui melalui jalan setapak. 

Saat musim hujan, kondisi itu kerap menghambat aktivitas belajar mengajar karena tidak semua guru dapat mencapai sekolah.

Bahkan, dalam kondisi tertentu hanya satu guru yang berhasil tiba di sekolah dan mengajar seluruh siswa mulai kelas I hingga kelas VI. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.