Dukung Transisi Energi Terbarukan, PLN Bekali Siswa SMA dengan Pelatihan PLTS dan Waste to Energy
Hendra August 03, 2026 11:21 PM

POSBELITUNG.CO, JAKARTA – Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendukung transisi energi nasional diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan energi terbarukan bagi siswa SMA bekerja sama dengan Institut Teknologi PLN (IT PLN).

Program TJSL bertajuk "Rekayasa Teknologi untuk Energi Terbarukan di Sekolah Menengah Atas" dirancang untuk memperkuat literasi energi bersih sekaligus mencetak calon SDM unggul menuju target Net Zero Emission (NZE).

Kegiatan yang digelar selama Juli hingga Agustus 2026 ini diikuti lebih dari 250 siswa kelas XI dan XII dari tujuh SMA di Indonesia, yakni SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Gama Yogyakarta, SMA Taruna Brawijaya Jawa Timur, SMAN 1 Binjai, SMAN 4 Medan, SMAN 5 Surabaya, dan SMAN 94 Jakarta Barat. Para peserta memperoleh pelatihan teori dan praktik mengenai teknologi PLTS serta pengelolaan sampah menjadi energi (Waste to Energy).

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan masa depan energi yang berkelanjutan. Melalui program edukasi ini, PLN ingin menumbuhkan pemahaman sekaligus kepedulian siswa terhadap pemanfaatan energi ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Siswi SMA Taruna Nusantara Magelang secara antusias mengikuti pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari maggot.
Siswi SMA Taruna Nusantara Magelang secara antusias mengikuti pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari maggot. (Dokumentasi/PLN)

"Akselerasi transisi energi memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa. Melalui edukasi ini, PLN ingin membekali para siswa dengan wawasan praktis mengenai pemanfaatan energi ramah lingkungan di sekitar kita," ujar Nurlely.

Sementara itu, Wakil Rektor IV IT PLN Bidang Kerja Sama, Ahsin Sidqi menegaskan bahwa transisi energi memerlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman holistik mengenai potensi energi surya serta pemanfaatan sampah menjadi energi.

"Kami berharap transisi energi didukung oleh semua lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Hari pertama, kita ajarkan tentang bagaimana energi surya yang melimpah dan bisa dibuat menggantikan energi fosil yang sudah sangat terbatas. Hari kedua adalah WTE, bagaimana sampah sampah menjadi masalah di berbagai kota akan menjadi solusi ketika dijadikan energi. Kita ajak semua lapisan masyarakat. Kuncinya adalah kemandirian energi dan kedaulatan energi," jelas Ahsin.

Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI Muhammad Imam Gogor mengapresiasi inisiatif PLN dan IT PLN yang menghadirkan pelatihan bagi siswa maupun pamong. Diharapkan program tersebut dapat membekali para calon pemimpin bangsa dengan kemampuan berinovasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk memanfaatkan sampah sebagai sumber energi terbarukan.

“Kami berterima kasih atas program yang telah diinisiasi oleh PLN dan IT PLN dalam rangka pelatihan untuk para siswa dan para pamong untuk pembangkit listrik tenaga surya dan WTE. Kami berharap program ini betul betul memberikan dampak yang positif bagi para pamong, dan khususnya para siswa yang nantinya akan menjadi calon calon pemimpin bangsa. Sehingga nanti mereka bisa berinovasi menjadi pemimpin yang mengetahui kebutuhan masyarakat. Khususnya, bagaimana memanfaatkan sampah untuk bisa menjadi energi terbarukan,” ujar Imam.

Rangkaian program dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu dua hari In Class Training , dua hari Praktikum Project , sesi Check Point , dan penyusunan laporan pertanggungjawaban. Masing masing peserta akan mendapatkan materi pelatihan, pendampingan, dan sertifikat.

Selain memberikan pelatihan, PLN juga menyalurkan bantuan berupa unit PLTS sebagai sarana pembelajaran siswa, serta peralatan pembiakan Black Soldier Fly (BSF) untuk pengurai sampah organik dan alat press pembuatan lilin aromaterapi dari maggot . 

Guna menjamin keberlanjutan program, sekolah sekolah tersebut akan mengintegrasikan materi PLTS dan WTE ke dalam kegiatan pembelajaran di luar kurikulum reguler yang akan diturunkan kepada setiap angkatan secara berkelanjutan. 

PLN berkomitmen terus memperluas jangkauan edukasi energi terbarukan ke berbagai institusi pendidikan di Tanah Air. Literasi energi yang kuat pada generasi muda adalah fondasi penting bagi keberlanjutan transisi energi nasional menuju masa depan yang bersih. (*/E8)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.