SERAMBINEWS.COM - Nadia harus menghadapi kehilangan suaminya, Sri Indratmo Wijaya, ketika sedang menantikan kelahiran anak kedua mereka.
Sri Indratmo Wijaya menjadi salah satu korban tewas dalam kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sebelum berangkat, Nadia sempat meminta suaminya agar tidak melanjutkan perjalanan karena kondisi kehamilannya yang sudah mendekati persalinan.
Namun, Sri tetap berangkat untuk menjalankan pekerjaannya mengirim pelat baja ke Sulawesi.
Keluarga mengetahui kabar duka tersebut melalui grup WhatsApp keluarga.
Sri dikenang sebagai sosok yang humoris dan sering bercanda dengan keluarga.
Baca juga: VIDEO - Fakta Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Madura: Nahkoda Hilang Kontak, 232 Dievakuasi
Kepergiannya meninggalkan istri yang akan melahirkan dalam waktu sekitar dua pekan serta anak-anak yang masih membutuhkan kehadirannya.
Jenazah Sri telah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Sri diketahui merupakan warga Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang selama ini tinggal di Jalan Banyu Urip Lor IV, Kecamatan Sawahan, Surabaya.
Kakak kandung Sri, Wisnu, mengatakan adiknya berangkat menggunakan truk untuk mengirim pelat baja dari Surabaya menuju Sulawesi. Sri berangkat bersama rombongan yang membawa lima truk milik rekan-rekannya.
Kabar mengenai Sri kemudian diterima keluarga melalui grup WhatsApp.
“Kami mengetahui kabarnya dari grup WhatsApp keluarga. Awalnya ada saudara yang mendapat informasi, kemudian kabarnya sampai ke desa dan diteruskan kepada keluarga,” kata Wisnu saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Senin (3/8/2026).
Baca juga: Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Dijamin Bekerja di PT ASDP
Menurut Wisnu, Sri dan Nadia tengah menantikan kelahiran anak kedua mereka. Nadia diperkirakan melahirkan dalam waktu sekitar dua pekan dan telah merencanakan persalinan melalui operasi sesar.
“Istrinya kurang lebih dua minggu lagi akan lahiran. Katanya mau operasi sesar,” ujar Wisnu.
Anak pertama Sri dan Nadia saat ini masih duduk di bangku PAUD. Kehamilan tersebut menjadi penantian kelahiran anak kedua pasangan itu.
Sri sebelumnya pernah menikah. Istri pertamanya meninggal dunia akibat Covid-19 dan dari pernikahan tersebut Sri telah memiliki dua anak yang kini sudah dewasa.
“Setelah menikah dengan Nadia, Sri kemudian menetap di Surabaya,” ungkapnya.
Wisnu mengatakan, sebelum berangkat, Nadia sempat meminta Sri agar tidak pergi. Permintaan itu disampaikan setelah beberapa hari terakhir Sri mengalami sejumlah kendala dalam perjalanannya.
Baca juga: HRD Salurkan Dana Pribadi Santuni Siswa Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2
“Dia baru dari Jakarta, sehari lalu besoknya berangkat lagi. Istrinya juga sempat bilang, ‘Wes, Mas, jangan berangkat,’” tuturnya.
Namun, anak ketiga dari empat bersaudara itu tetap berangkat untuk menjalankan pekerjaannya.
Wisnu mengenang Sri sebagai sosok yang humoris dan gemar bercanda saat berkomunikasi dengan keluarga.
“Kalau kumpul keluarga kami jarang bertemu, jadi jarang komunikasi. Tapi di WhatsApp sering bercanda. Saya bikin status, dia komentari atau bikin stiker,” tuturnya.
Sri merupakan salah satu dari lima korban tewas dalam kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026), dan jenazahnya berhasil diidentifikasi Tim Dokkes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. (*)
Sumber: https://surabaya.kompas.com/read/2026/08/03/214835078/sebelum-berangkat-korban-kmp-mutiara-sentosa-2-sempat-dilarang-istri-yang