Buka Pameran Foto Bencana PFI, Illiza Sebut Fotografi Jurnalistik Bangun Kesadaran Publik
Eddy Fitriadi August 04, 2026 12:37 AM

 


Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal membuka Roadshow Pameran dan Peluncuran Buku Foto Jurnalistik "Prahara Pulau Emas", pada Senin (3/8). 
 Pameran foto bencana itu berlangsung di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, pada 3–8 Agustus 2026. 

Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang dinilai memiliki nilai edukasi sekaligus menjadi pengingat pentingnya membangun budaya sadar bencana.

"Pameran ini bukan sekadar menampilkan gambar, melainkan rekaman sejarah. Ketika masyarakat tidak merawat bumi, dampaknya jauh lebih besar. Pembelajaran ini penting agar pemerintah mempersiapkan diri menjadi daerah yang tangguh bencana. Pemerintah membutuhkan pewarta foto untuk merekam kondisi nyata di lapangan," ujar Illiza.

Menurutnya, karya fotografi jurnalistik memiliki kekuatan membangun kesadaran publik sekaligus menggerakkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Banda Aceh menjadi kota kedua dalam rangkaian roadshow setelah sebelumnya digelar di Padang, Sumatera Barat, dan selanjutnya akan ditutup di Medan, Sumatera Utara.

Pameran ini menampilkan 68 karya foto dari 38 pewarta foto dari berbagai daerah di Indonesia yang merekam berbagai peristiwa bencana di Pulau Sumatra.
Selain pameran dan peluncuran buku, rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi fotografi jurnalistik yang menghadirkan Oscar Motuloh dan Danu Kusworo sebagai narasumber. 

Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan komunitas fotografi dari berbagai daerah di Aceh sebagai upaya melahirkan generasi pewarta foto yang profesional, menjunjung tinggi etika jurnalistik, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, mengatakan bahwa pameran dan buku foto Prahara Pulau Emasmerupakan monumen ingatan kolektif atas berbagai bencana yang terjadi di Pulau Sumatra.

"Kamera pewarta foto bukan sekadar alat bekerja, melainkan saksi visual atas runtuhnya ruang hidup sekaligus penuntun kemanusiaan. Kami menghadirkan karya ini secara beretika untuk memuliakan ketangguhan manusia dalam melewati masa-masa sulit, bukan untuk mengeksploitasi penderitaan," kata Dwi.

Ia berharap karya-karya yang dipamerkan mampu memperkuat edukasi mitigasi bencana sekaligus menjadi penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua PFI Aceh, M Anshar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran di Aceh merupakan hasil kolaborasi antara PFI Pusat, Yayasan Riset Visual mataWaktu, pemerintah daerah, BUMD, serta sektor swasta.

Menurutnya, fotografi jurnalistik tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi sejarah, tetapi juga mampu mendorong lahirnya aksi nyata bagi masyarakat.

"Foto jurnalistik tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga mampu menggerakkan kepedulian. Melalui dukungan PFI Pusat, kami memperoleh amanah membangun sumur bor air bersih di Kabupaten Pidie Jaya. Ini menjadi bukti bahwa karya foto dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Anshar.

Baca juga: Lewat "Prahara Pulau Emas", 68 Karya 38 Fotografer PFI Dipamerkan di Museum Tsunami Aceh

Pada kesempatan tersebut, PFI Pusat juga menyerahkan secara simbolis bantuan kepada PFI Aceh untuk pembangunan sumur bor air bersih di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Rangkaian pembukaan turut diakhiri dengan penyerahan cendera mata kepada para mitra strategis sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap penyelenggaraan Roadshow Pameran Foto Prahara Pulau Emas. Cendera mata diserahkan kepada PLN Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, PT Bank Aceh Syariah, PT Solusi Bangun Andalas, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Museum Tsunami Aceh, dan Danlanud Sultan Iskandar Muda yang selama ini berkolaborasi bersama PFI Aceh dalam menyukseskan penyelenggaraan pameran di Banda Aceh.

Roadshow Pameran Foto "Prahara Pulau Emas" di Museum Tsunami Aceh dibuka untuk umum mulai 3 hingga 8 Agustus 2026, sebagai ruang edukasi, refleksi, dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana melalui karya fotografi jurnalistik.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.