TRIBUN-MEDAN.COM – Nahas bocah 4 tahun di Nagori Bah Sampuran, Simalungun tewas tertimpa kayu yang jatuh dari mobil pikap.
Bocah perempuan berusia 4 tahun meninggal dunia setelah tertimpa muatan kayu yang jatuh dari sebuah mobil pikap.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat korban berinisial JCS berjalan bersama neneknya menuju lokasi pemakaman masyarakat pada Senin (3/8/2026).
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, korban melintas di dekat mobil pikap Mitsubishi L300 berwarna hitam yang sedang menurunkan bahan bangunan.
"Saat melintas di dekat mobil tersebut, satu ikat kayu broti ukuran 2x2 sebanyak empat batang terjatuh dari atas mobil dan menimpa bagian kepala korban," ujar AKP Verry Purba saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Tentara di Kota Pematangsiantar untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Baca juga: Rano Karno Siburian Kembali Gelar Karno Knockout VII, Pertandingkan Boxing dan Kickboxing
Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Jorlang Hataran bersama Unit Jatanras dan Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada hari yang sama sekitar pukul 15.38 WIB.
AKP Verry Purba menjelaskan, dari hasil olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil pikap Mitsubishi L300 berwarna hitam bernomor polisi BK-8479-TV beserta kunci kendaraan dan empat batang kayu broti yang diduga menjadi penyebab kecelakaan.
Selain itu, petugas juga menemukan sandal milik korban di sekitar lokasi kejadian sebagai bagian dari proses identifikasi.
"Personel juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, berkoordinasi dengan Kepala Desa Nagori Bah Sampuran, mengamankan barang bukti, serta mengamankan sopir berinisial BA dan kernet berinisial HS untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Baca juga: Warga Patumbak Simpan Ganja di Pohon Bambu, 64 Paket Direncakan Mau Diedar
AKP Verry Purba menyebutkan, hingga kini pihak keluarga korban belum membuat laporan polisi serta tidak mengizinkan dilakukan autopsi maupun visum terhadap jenazah korban.
"Saat ini keluarga masih melakukan musyawarah internal untuk menyikapi peristiwa tersebut. Kami menghormati proses yang sedang berlangsung dan siap memberikan pendampingan apabila dibutuhkan," ujarnya.
Ia menambahkan, Polres Simalungun turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan situasi di lokasi kejadian tetap aman dan kondusif.
"Kami turut berduka cita atas musibah ini. Polres Simalungun akan terus mengedepankan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional kepada masyarakat," pungkasnya.
(*/tribun-medan.com).