Waspada Kesemutan Digital, Dokter Saraf Ingatkan Risiko Gangguan Saraf pada Pekerja Muda
Ayu Prasandi August 04, 2026 03:10 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Meningkatnya penggunaan perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari membuat pekerja muda, khususnya pekerja kantoran dan pelaku industri kreatif, perlu lebih waspada terhadap risiko gangguan saraf akibat posisi kerja yang tidak ergonomis.

Dokter Spesialis Saraf Columbia Asia Hospital Aksara, dr. Indriazel Syaputri Hutasuhut, Sp.N, mengatakan gejala awal gangguan saraf kerap dianggap sepele, padahal dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius jika tidak segera ditangani.

“Gejala awal seperti kesemutan, baal (mati rasa), hingga nyeri pada tangan atau leher adalah sinyal bahwa saraf sedang mengalami tekanan. Konsultasi dini dengan dokter spesialis saraf dapat meningkatkan peluang diagnosis akurat dan penanganan optimal sebelum kondisi memburuk,” ujar dr. Indriazel.

Berdasarkan Laporan Digital 2025, jumlah pengguna internet di Indonesia telah melampaui 212 juta orang dengan rata-rata durasi penggunaan perangkat digital yang terus meningkat.

Sementara itu, prevalensi neuropati pada populasi umum diperkirakan berkisar antara 1 hingga 7 persen dan cenderung lebih tinggi pada individu yang melakukan aktivitas berulang serta mempertahankan posisi statis dalam waktu lama.

Menurut dr. Indriazel, selain membatasi durasi penggunaan gawai, masyarakat juga perlu memperhatikan posisi kerja yang ergonomis untuk mengurangi risiko gangguan saraf.

Ia menyarankan agar posisi layar komputer sejajar dengan mata serta melakukan peregangan ringan setiap 30 menit.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu melancarkan aliran darah sekaligus mengurangi ketegangan pada saraf.

Hospital CEO Columbia Asia Hospital Aksara, Dr. dr. Beni Satria, M.Kes., S.H., M.H., FISQua, mengatakan edukasi mengenai kesehatan saraf menjadi penting di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap teknologi digital.

“Columbia Asia Hospital Aksara berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan saraf di tengah meningkatnya penggunaan teknologi. Melalui edukasi kesehatan dan layanan Neurologi yang komprehensif, kami berharap masyarakat dapat mengenali gejala gangguan saraf perifer sejak dini, menerapkan pola kerja yang lebih ergonomis, serta segera mendapatkan penanganan yang tepat agar tetap sehat dan produktif,” katanya.

Sebagai upaya mendukung pekerja digital, Columbia Asia Hospital Aksara juga menyediakan layanan spesialis saraf yang didukung teknologi diagnostik untuk membantu mendeteksi dan menangani berbagai gangguan saraf secara dini.

(cr26/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.