Tubuh Dicky Dililit Ular Piton 5 Meter yang Sembunyi di Sumur, Warga Teriak Panik, Begini Nasibnya
Murhan August 04, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang warga bernama Dicky sempat bikin panik warga sekitarnya. Ini terjadi setelah tubuhnya dililit ular piton sepanjang 5 meter.

Warga sampai teriak karena ular piton besar itu melilit tubuh Dicky dengan kuat.

Namun, petuga pemadam kebakaran (Damkar) datang untuk membantu. Bagaimana nasibnya?

Memang, warga Jalan Mugirejo, Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur dibuat geger oleh kemunculan seekor ular piton berukuran jumbo pada sebuah sumur milik warga. 

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh ketegangan setelah salah satu warga yang berusaha menolong sempat terlilit kuat oleh tubuh ular tersebut.

Kejadian ini bermula dari kecurigaan sang pemilik sumur, Slamet. 

Baca juga: Temukan Ular Piton Raksasa Perutnya Buncit Tak Bisa Merayap, Isinya Jasad Warga yang Baru Hilang

Ia merasa heran karena mesin penyedot air milik rumahnya tak kunjung mengalirkan air dari pagi hingga siang hari.

"Awalnya curiga karena air tidak keluar sama sekali. Pas dicek, ternyata ada ular besar di dalam sumur," ungkap Slamet saat menceritakan penemuan berdarah dingin tersebut.

Mendapati adanya ular berukuran sekitar 5 meter di dalam ruang sempit, warga setempat berusaha melakukan evakuasi secara mandiri sembari menghubungi Petugas Posko 7 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarat) Kota Samarinda untuk meminta bantuan.

Situasi berubah drastis ketika dua orang warga turun langsung ke dalam sumur. 

Ini karena ruang gerak yang sangat terbatas dan sempit, salah satu warga bernama Dicky tiba-tiba dililit kuat oleh ular piton tersebut. 

Teriakan panik pun pecah dari warga sekitar yang menyaksikan insiden dari atas bibir sumur.

Warga yang berada di lokasi langsung dengan sigap bergotong-royong menarik tubuh ular dari atas untuk menyelamatkan Dicky.

Meski sempat kewalahan dan memakan waktu akibat kuatnya cengkeraman lilitan ular, upaya penuh risiko tersebut akhirnya membuahkan hasil. 

Diky pun selamat tanpa luka serius setelah berhasil melepaskan diri dari lilitan tersebut

"Di dalam sempit, dan ularnya melilit cukup kuat. Tapi alhamdulillah bisa keluar dan ularnya berhasil diangkat," ujarnya.

Ular piton sepanjang lima meter itu berhasil ditarik keluar hingga ke jalan raya dengan bantuan petugas Disdamkarat dan warga sekitar.

Setelah situasi kondusif dan ular berhasil diamankan, rencananya reptil besar tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya yang jauh dari permukiman warga guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. 

Lilit Tangan Petugas Damkar

Di Kalimantan Selatan, seekor ular piton sepanjang 2,5 meter dievakuasi jajaran Pemadam Kebakaran (Damkar) Posko Simpang Empat dari permukiman warga di Jalan Borneo, RT 012 RW 004, Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

Kemunculan reptil tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga setempat, Hernawati, sekitar pukul 07.45 WITA. 

Keberadaan ular liar ini sempat membuat resah warga karena dinilai membahayakan aktivitas dan keselamatan masyarakat di lingkungan permukiman tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu 2 Damkar Simpang Empat langsung diterjunkan ke lokasi menggunakan armada Jeep Rescue untuk melakukan tindakan evakuasi.

"Petugas piket yang menerima aduan warga langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan agar situasi kembali aman," ujar Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Bumbu, Syaikul Ansyari, Rabu (22/7/2026).

Proses penangkapan berlangsung cukup dinamis. Sebagai bentuk perlindungan diri, ular piton tersebut sempat berupaya melilit dan menggigit personel di lapangan.

 Namun, berkat ketangkasan petugas dan penggunaan tongkat penjepit khusus, tidak ada personel yang mengalami gigitan maupun lilitan parah.

Dalam kurun waktu sekitar 20 menit, satwa melata tersebut berhasil dikendalikan secara aman. Petugas kemudian memasukkan ular piton ke dalam karung pengaman untuk dievakuasi dari kawasan permukiman warga.

Cara Terlepas dari Lilitan Ular Piton

Ular piton, yang dikenal sebagai raja lilit, memiliki teknik berburu yang unik dan mematikan.

Berbeda dengan jenis ular lainnya yang menggunakan bisa untuk melumpuhkan mangsanya, piton membelitkan tubuhnya ke badan mangsa hingga kehabisan napas.

Lalu, bagaimana cara melepaskan diri dari lilitan ular piton?

Dokter hewan di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr Boedi Setiawan MP drh, menjelaskan bahwa satu-satunya cara untuk terbebas dari lilitan piton adalah menggunakan senjata tajam.

"Senjata tajam itu mampu melukai ular piton dan membuat lilitannya meregang. Pada saat itulah bisa menyelamatkan diri," ungkap pria yang akrab disapa Cak Boeseth itu, Rabu (16/4/2025).

Setelah berhasil melepaskan diri, Cak Boeseth menyarankan agar korban segera dilarikan ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Ia juga mengingatkan agar tidak memasuki hutan sendirian dan mempersiapkan perlengkapan keselamatan, seperti topi penjelajah, P3K, serta senjata tajam untuk perlindungan diri.

"Selalu berhati-hati juga dengan keadaan sekitar," tambahnya.

Lebih lanjut, Cak Boeseth menjelaskan bahwa piton menggunakan teknik membelit untuk membunuh dan meremukkan tulang mangsanya sebelum memakannya.

Pada kesempatan berbeda, pakar herpetofauna Universitas Brawijaya (UB) Nia Kurniawan juga mengungkapkan hal serupa.

Ia menjelaskan bahwa piton akan melilitkan tubuhnya ke badan mangsa hingga kehabisan napas, memastikan jantung mangsa berhenti berdetak sebelum mulai memakan dari bagian kepala.

"Karena piton itu tubuhnya besar, jadi dia tidak bisa mengejar mangsa. Trik yang dia gunakan adalah dengan naik ke tempat yang tinggi, lalu akan menjatuhkan tubuhnya ke atas badan mangsa dan mulai membelit," ungkap Kurniawan.

Meskipun tidak memiliki bisa, piton memiliki 15 hingga 20 gigi kecil yang mengarah ke dalam, lebih banyak dibandingkan ular jenis lain.

Ketika piton mulai memakan mangsanya, ukuran kulitnya dapat melebar antara dua hingga tiga kali lipat dari ukuran tubuh aslinya.

Selain itu, di dalam tubuh piton terdapat organ Jacobson atau organ vomeronasal yang berfungsi untuk mendeteksi bau dan feromon.

"Jadi secara tidak langsung, piton dapat 'menghitung kalori' mangsanya dengan menandai panas tubuh mangsanya," kata Kurniawan.

Setelah menyantap mangsanya, piton akan berpuasa selama kurang lebih satu bulan sambil mencari tempat yang hangat dan kering.

Mangsa favorit piton meliputi anjing, babi hutan, dan sapi, yang memiliki ukuran sepuluh kali lipat lebih besar dibandingkan tubuhnya.

"Jadi ular piton justru tidak begitu tertarik dengan tikus, katak, atau hewan pengerat lainnya," terangnya.

Namun, manusia juga bisa menjadi sasaran piton saat ular tersebut merasa sangat kelaparan dan tidak ada mangsa lain.

Hal ini sering kali disebabkan oleh kerusakan habitat asli piton, yang memaksa mereka berpindah ke area pemukiman yang lebih kering dan hangat.

"Kalau habitat aslinya sudah rusak, maka otomatis hewan yang menjadi mangsa mereka juga berkurang," pungkasnya.

Jika menemukan ular piton di dalam rumah, Kurniawan menyarankan agar tidak membunuhnya dan segera menghubungi petugas berwenang untuk mengembalikannya ke habitat aslinya.

"Kalau dibunuh, maka akan menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem. Jumlah anjing, tikus, babi hutan, dan hewan lainnya agar tidak terlalu banyak," tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/TribunKaltim.co)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.