SRIPOKU.COM, EMPAT LAWANG – Fenomena ketubean kembali terjadi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Selasa (4/8/2026).
Peristiwa alam yang ditandai dengan mabuknya ikan-ikan di Sungai Musi ini dimanfaatkan warga untuk menangkap berbagai jenis ikan yang muncul ke permukaan.
Ketubean atau ketuboan dalam bahasa lokal merupakan fenomena ketika air Sungai Musi berubah keruh kekuningan.
Masyarakat setempat meyakini kondisi tersebut terjadi akibat kandungan belerang yang terbawa dari kawasan Gunung Dempo hingga bercampur ke aliran sungai.
Akibat perubahan kondisi air tersebut, ikan-ikan di Sungai Musi menjadi lemas atau mabuk sehingga lebih mudah ditangkap.
Saat fenomena ini terjadi, warga di sepanjang aliran Sungai Musi, terutama di Kecamatan Tebing Tinggi, berbondong-bondong mendatangi sungai dengan membawa berbagai peralatan seperti jala, serok, keranjang, hingga alat tangkap sederhana lainnya.
Beragam jenis ikan berhasil diperoleh masyarakat, mulai dari ikan baung, semah, hingga ikan lokal seperti dalom, dase, lampam, pilok, seitam, dan sema.
Salah seorang warga Desa Terusan, Kecamatan Tebing Tinggi, Nanda, mengatakan fenomena ketubean tidak memiliki waktu kemunculan yang pasti.
"Terjadinya ketubean ini tidak bisa dipastikan, bisa terjadi satu kali dalam beberapa bulan, bisa juga satu tahun sekali atau bahkan dua sampai tiga tahun sekali," ujarnya.
Menurut Nanda, berdasarkan cerita yang diwariskan masyarakat terdahulu, fenomena tersebut disebabkan oleh masuknya kandungan belerang dari Gunung Dempo ke aliran anak Sungai Musi.
"Kalau kata orang tua dulu, ketubean disebabkan oleh masuknya kandungan belerang Gunung Dempo ke anak Sungai Musi yang menyebabkan ikan-ikan mabuk," katanya.
Fenomena ketubean sendiri telah lama dikenal masyarakat di wilayah Empat Lawang dan menjadi momen yang selalu dinantikan karena memudahkan warga memperoleh ikan tanpa harus memancing atau memasang perangkap.