VIDEO Orang-orang Lagi Asyik Berenang dan Berjemur, Pantai di Rusia Dihantam Drone, Tujuh Tewas
TRIBUNNEWS.COM - Sedikitnya tujuh orang, termasuk tiga anak-anak, dilaporkan tewas dalam serangan yang menghantam kawasan wisata Arkhipo-Osipovka, dekat kota resor Gelendzhik di pesisir Laut Hitam, Rusia, Minggu (3/8/2026).
Insiden itu terjadi ketika pantai sedang dipadati wisatawan yang tengah berenang dan berjemur.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan pengunjung yang berlarian meninggalkan pantai sesaat setelah terdengar ledakan.
Baca juga: Rudal Rusia Nyasar Hantam Polandia Saat Hajar Ukraina, Negara NATO Siaga Perang
Menurut Gubernur Wilayah Krasnodar, Veniamin Kondratyev, puing-puing pesawat nirawak (drone) yang jatuh menghantam kawasan resor tersebut.
Ia mengatakan sedikitnya tujuh orang meninggal dunia dan sekitar 40 orang lainnya mengalami luka-luka.
Belakangan, Wali Kota Gelendzhik Aleksey Bogodistov memperbarui jumlah korban luka menjadi 47 orang.
Kondratyev menyebut insiden itu sebagai sebuah tragedi dan menuduh Ukraina sengaja menargetkan kawasan sipil.
Melalui unggahan di media sosial Max yang dikutip RT pada Senin (4/8), ia menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan aksi yang ditujukan kepada warga sipil yang tidak memiliki kaitan dengan infrastruktur militer.
Pemerintah daerah juga mengaku telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu korban dan keluarga yang terdampak.
Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Penugasan Khusus, Rodion Miroshnik, mengunggah video yang diklaim memperlihatkan detik-detik drone jatuh di area pantai yang dipenuhi wisatawan.
Menurut Kementerian Kesehatan Rusia, 21 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk tiga anak-anak.
Sebanyak sembilan orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis, di antaranya sedikitnya dua anak.
Korban yang mengalami luka berat telah dirujuk ke rumah sakit di kota-kota sekitar, sementara tenaga medis tambahan, psikolog, dan relawan diterjunkan untuk memberikan penanganan darurat.
Belum Ada Tanggapan Ukraina
Rusia menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat beberapa rudal atau drone. Namun, menurut versi Moskow, satu proyektil yang telah mengalami kerusakan menyimpang dari lintasannya dan meledak di atas kawasan pantai yang dipadati pengunjung.
RT melaporkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir Ukraina meningkatkan serangan drone jarak jauh ke sejumlah wilayah Rusia. Sementara itu, Moskow berulang kali menyebut serangan terhadap wilayah sipil sebagai tindakan terorisme.
Klaim-klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.